ICBP, INDF, MYOR, AMRT lagi undervalued -2SD dari rata-rata 5 tahun. Ini emang lagi didiskon atau ada yang salah?
Sepanjang setahun terakhir sektor consumer goods dianggap "korban" sentimen negatif (rupiah lemah, harga komoditas naik, daya beli lesu) tapi, ternyata hasil 1H26-nya gak seburuk yang ditakutin pasar.
Secara agregat, revenue 25 emten consumer yang dipantau tumbuh 9,9% YoY. MYOR malah diproyeksikan tumbuh sekitar 5,6%. INDF 4,9%, ICBP 3,9%, didorong efek base rendah tahun lalu pluas mulai adanya normalisasi harga bahan baku. Yang bikin saya ngeh, valuasi sektor non-cyclical consumer sekarang ada di kisaran 8,3x PE 2026F mendekati -2 standar deviasi dari rata-rata 5 tahunnya. Secara historis, level segitu biasanya jadi zona di mana sektor ini mulai "murah" relatih ke kinerjanya sendiri.
AMRT juga sering disebut analis karena model bisnis ritelnya lebih tahan banting ke fluktuasi harga bahan baku dibanding produsen langsung kayak ICBP/INDF/MYOR yang kena getah harga gandum naik ~16% YoY & pelemahan rupiah ~10%.
Apakah ini beneran fase "saham defensi lagi didiskon" yang worth dicollect sekarang atau justru pasar udah bener ngeprice in risiko margin yang emang belum kelar (harga gandum, CPO, rupiah)?