Teori Luar Tentang Peradaban Manusia yang Sendirian
Pernahkah kalian berpikir? bahwa peradaban manusia mungkin lahir dari multi peradaban yang telah punah. Kita adalah penerus mereka, penerus dari segala bangsa peradaban di alam semesta.
Teori ini dimulai. Jutaan tahun yang lalu, banyak peradaban berperang satu sama lain, di mana-mana banyak bangsa peradaban yang canggih dan multikultural. Namun perlahan-lahan, mereka punah satu persatu, setiap ribuan atau bahkan ratusan ribu tahun banyak peradaban mengalami kepunahan massal akibat konflik perang ruang angkasa, kehancuran massal suatu planet, atau wabah penyakit yang menular dari setiap generasi ke generasi. Mereka mulai runtuh, setiap peradaban mengandalkan SDA mereka tersendiri dan bertahan di dalam hutan lebat gas kosmik dan sistem bintang yang memudar cahayanya karena energi dari sistem bintang diserap dan digunakan secara boros demi mempertahankan peradaban yang perlahan punah. Banyak bangsa peradaban hanya mengandalkan hubungan sistem bintang atau peradaban antar gugus bintang yang masih ada.
Namun, seiring berjalannya waktu, zaman di mana dulu memiliki banyak jutaan bangsa ras, puluhan ribu peradaban, ratusan ribu tahun kemudian, hanya tersisa belasan hingga puluhan bangsa ras dan peradaban yang masih bertahan. Mereka tahu, mereka tidak akan bertahan lama, teknologi semakin mundur karena banyak generasi dari mereka tidak meneruskan dan mengembangkan pengetahuan teknologi canggih mereka yang akan mempertahankan kehidupan bangsa mereka. Setiap generasi semakin malas karena dampak kecanggihan teknologi. Selain itu, banyak generasi dari setiap ras bangsa memilih untuk tidak meneruskan generasi mereka sendiri, yang mengakhiri generasi keluarga mereka dan tidak akan ada yang membentuk kelompok generasi baru yang akan mengembangkan kemajuan baru. Oleh karena itu, banyak dari setiap bangsa untuk bekerja sama membentuk sel mikroorganisme yang berasal dari DNA makhluk peradaban bangsa yang terkemuka.
Hingga tiba waktunya, mereka siap, untuk memulai kehidupan baru dari awal, mereka telah menemukan suatu planet yang menjadi penerus bangsa mereka, meskipun harus sendirian dalam ruang angkasa yang gelap dan kosong. Tempat itu ada di suatu lokasi awan antarbintang dengan luas 30 tahun cahaya, dengan sistem bintang tidak diketahui yang memiliki planet dengan 4 planet batu dan 4 planet gas serta planet kerdil lainnya. Mereka mulai meluncurkan pesawat kecil dengan berkecepatan cahaya dengan membawa sel dari DNA masing-masing bangsa dan segala peradaban yang tersisa saat itu. Selama beberapa tahun cahaya perjalanan dengan pesawat yang sangat cepat dan canggih kala itu(bahkan lebih cepat dari Voyager 1), pada akhirnya, pesawat yang membawa sel-sel tersebut tiba di suatu planet yang hidup bernama bumi. Masing-masing pesawat mendarat di wilayah bumi yang berbeda-beda. Ada yang mendarat di benua Eropa, Asia, dan lainnya.
Sesampai di planet bumi, sel-sel yang berada dalam tabung perlahan membelah diri dan membentuk suatu jaringan hingga organ, dan pada akhirnya terbentuklah makhluk seperti manusia. Jenis-jenis makhluk ini sangat bervariasi dan beragam. Dan pada detik ini, mereka mulai meneruskan generasi dari setiap bangsa peradaban terdahulu, yang kini telah punah sepenuhnya. Dari sinilah, menjadi cikal bakal lahirnya ras manusia. Ada yang berkulit hitam, putih, agak kecoklatan, dan lainnya.
Jadi, intinya, teori ini menjelaskan bahwasanya bangsa manusia itu berasal dari peradaban bangsa-bangsa terdahulu yang telah punah sepenuhnya, dan kita hanya meneruskan kehidupan baru dari leluhur-leluhur terdahulu kita berdasarkan ras bangsa yang beragam.
SC: Diri sendiri