
SBN ritel udah 6% ke bawah, deposito kalah inflasi -- saya petain ke mana duit "dana aman" sebenernya bisa pindah (plus risiko yang orang lupa)
Tiap ada seri SBN baru, thread di sini rame nanya "worth it ga?". Jujur aja, buat saya yang cari parkir duit low-effort (bukan trading, bukan saham judi), pilihannya makin sempit. Depsito ~4-5% dipotong pajak 20% + inflasi → real return-nya nyaris nol. SBN ritel turun terus. Jadi saya duduk, list semua opsi "dana aman" yang realistis buat orang biasa, sekalian risikonya -- karena tiap thread cuma ngebahas return jarang yang jujur soal downside-nya.
| Instrumen | Return kotor (kira-kira) | Risiko utama yang jarang disebut |
|---|---|---|
| Deposito | 4-5% | Pajak 20% + kalah inflasi; bank kecil != auto aman, cek LPS |
| SBN ritel (SBR/ORI) | 6-7% | Kupon turun; SBR ga bisa dicairin sebelum jatuh tempo |
| RDPU | 4-6% | "Ga dijamin"; NAV bisa turun dikit, likuid tapi bukan tabungan |
| Emas | fluktuatif | Spread beli-jual gede; bukan pengjhasil arus kas |
| P2P bagi-hasil atau pendanaan UMKM | 8-15% "katanya" | Gagal bayar itu NYATA, likuiditas nol (duit kekunci), cek izin OJK dulu, jangan taruh lebih dari yang kamu ikhlas hangus |
Point saya bukan "pindah semua ke yang paling tinggi" -- itu jebakan. Makin tinggi return, makin gede risiko yang dikubur di baris kedua tabel. P2P/UMKM misalnya kelihatan manis di angka tapi itu penyertaan ke bisnis riil -- kalau usahanya bangkrut, duit kamu ikut. Beda jauh sama deposito.
Saya lagi mikir alokasi: mayoritas tetap di yang boring (RDPU/SBN), dan cuma slice kecil yang saya "beraniin" ke yang return tinggi, dengan mindset uang itu boleh hilang.
Yang saya mau tanya ke kalian:
- Ada yang udah beneran nyoba pendanaan UMKM/P2P bagi-hasi? Realita gagal bayarnya gimana?
- Buat "dana aman", kalian pegang komposisi kayak apa sekarang?
- Pernah liat ini bagimodal.com ?