The state of tech jobhunting in Indonesia today, especially in LinkedIn (semi H2H)
Sebenernya ini bukan postingan ngasih career advice kayak di flair, tapi yg sejauh ini cocok cuman flair ini. So here I go.
Gw mencoba untuk cari-cari kerja lumayan lama. Coba cari-cari di berbagai macam platform. LinkedIn, Glints, JobStreet, Kalibrr, Indeed, you name it. Sejauh ini result tiap kali browsing selalu:
Minta posisi senior/staff/lead. Junior atau Mid udah hampir non-existent. Posisi begini bakal nuntut total expertise pas wawancara, jadi meleng 1 pertanyaan lgsg auto skip. I failed many interviews because of this.
Offer gaji mepet UMR kalopun ada yang Junior atau Mid. Senior barely dua digit (berdasarkan hasil browsing di Glints sama JobStreet). Kalo perusahaan outsource, expect lower.
Tech stack bejibun. To the point sekarang jauh lebih banyak posisi minta Fullstack. Itupun responsibilitynya juga ngambil role SRE (ngurusin infra dll). Backend/Frontend masih ada, tapi expect bakal dituntut tech stack macem2 juga. Beberapa kali interview ternyata nemu posisi Backend/Frontend tapi ternyata maunya Fullstack. Mobile? Almost non existent.
Lowongan sangat-sangat jarang muncul. Kalaupun ada, baru sehari lalu close. Atau lowongan-lowongan yang udah dormant (somehow posisi masih kebuka di LinkedIn selama berbulan-bulan meski kl kontak HRnya katanya lagi hiring freeze). Itupun lebih banyak lowongan Outsource/Kontrak. Sangat sedikit yang organik dan bisa jadi kartap.
Last but not least, dan ini sering banget di LinkedIn. TOO MANY SPAM AND SCAM JOB OPENING. Anda buka LinkedIn lalu buka job search, banyak banget job opening dari "company" gak jelas. Gw kasih contoh. "Quik Hire Staffing", "Hired", "Hire-Feed", "Crossing Hurdles", dll. Mereka bilang ini job remote, tapi berdasarkan testi dari subreddit tech, ternyata ini cuman front buat nyari data training AI. Company ini banyak ngespam lowongan tiap harinya sampai nutup lowongan legit. Lalu ada company yang straight up minta data sensitif sebelum bahkan HR interview (misal no. KTP, bahkan foto KTP). Selain itu ada dugaan kalo banyak job opening di LinkedIn itu cuman sekedar data gathering, not actually hiring.
Tiap kali buka LinkedIn, nemu banyak cerita orang-orang kena layoff dan belum dapat kerja setelah 6 bulan, 10 bulan, atau bahkan 1 tahun lebih. Setelah mengalami langsung, akhirnya paham kenapa banyak yang belum dapat, padahal orang-orang ini banyak yg resumenya mentereng dan ex company ternama.