
r/indonesia

Are Indonesian Professionals Underpaid? Or Simply Paid In Line With the Value They Create?
Some opinion dari artikel LinkedIn yg penjelasannya lumayan rasional, in English.
TLDR:
Salary skilled professional di Indonesia tidak seberapa karena economic close loop, kita berjualannya ke sesama orang Indonesia yg sama-sama sedikit duitnya.
Sedangkan export revenue masih didominasi oleh barang mentah kayak nickel, coal, dan sawit yg industrinya sendiri ga merekrut banyak SDM.
what would you do in this scenario?
ugal-ugalan, mesin ga bisa mati terus kecebur got
Purbaya Batal Berangkat Haji Tahun Ini: Mungkin Belum Saatnya...
>"Enggak jadi (berangkat haji). Belum saatnya mungkin," ujar Purbaya di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Purbaya another day drama. Kelanjutan dari episode
https://www.reddit.com/r/indonesia/comments/1thnc6a/purbaya_dijadwalkan_berangkat_haji/
Cafe owners love English menu here in Indonesia
Because English = profit 💸💸🫰
Teddy Indra Wijaya covers the May 2026 issue of the Male Lifestyle Magazine "Matra"
3rd pic is from the April 2004 issue for comparison
PKL Cicadas Protes Lapak Dibongkar, Dedi Mulyadi: Hak Pejalan Kaki Harus Dikembalikan
bandung.bisnis.comKata kawan gua, mau pilih 01, 02, ato 03, Indonesia tetap bakal sekacau sekarang
First, gua sorry kalo bahasa gua mutar2 atau ada kekurangan, baru pertama buat thread begini.
Ini bermula dari circle gua yang doyan bahas politik, kita komplen soal pemerintahan. Disaat percakapan mencapai perandaian, "seandainya si A yang memimpin" atau "pas si X masi menjabat", ada satu orang yang agak beda, dia komplen soal pemerintah TAPI ga kasih argumen sendiri, melainkan, menquote film dokumenter seperti "Sexy Killer" dan "Pesta Babi". Dia terlalu mengeneralisasikan tokoh politik, complaining, tanpa kontribusi ke diskusi.
Tbh, ini sudah terjadi berkali2 sampai gua muak. Gua sarankan dia utk berdiskusi disini, namun dia ga berani. Jadi gua yang post utk mewakili dia.
Menurut kalian, apakah betul, president dan pemilu (ga cuma US), hanya ilusi, seperti di Rusia?
>!Gua tau lo baca, debat sama org sini aja cok!<
EDIT: Ini post bukan untuk split, nunjuk siapa vote siapa. Ini utk bahas, apa yang mungkin berbeda kalo capres lain yang menjabat, atau bahkan, tidak ada perubahan sama sekali
Lama tambah lama, aku mulai berpikir bahwa banyak masalah kita dapat disimpulkan dari kenyataan bahwa negara kita selalu dipimpin oleh generasi Baby Boomer dan Gen X yang sudah tua dan kurang berpendidikan, dan sekarang sudah mulai pikun.
​
I mean look at this: https://asianews.network/house-of-old-men-indonesias-2024-election-sees-lowest-number-of-young-lawmakers/
Rata-rata usia politisi Indonesia adalah 52 tahun. Belum juga, generasi milenial dan Gen Z hanya meliputi sekitar 15% dari politisi terpilih, padahal mereka merupakan blok pemilih terbesar.
Dan bukan hanya di sini saja, pendapat aku adalah 95% dari masalah dan krisis dunia saat ini disebabkan oleh 4 pria generasi baby boomer; Trump, Putin, Xi, dan Netanyahu.
Rasanya sungguh seperti semua yang terjadi saat ini di Indonesia adalah ulah generasi tua yang merusak masa depan kita untuk terakhir kalinya sebelum mereka meninggal. Mereka tidak perlu menghadapi konsekuensi apa pun, dan mereka juga tidak akan ada di sini untuk memperbaiki atau membersihkan kekacauan tersebut.
What are your guy's thoughts?
Polymarket: Prabowo Subianto out as President of Indonesia by...?
polymarket.comPrabowo: Hati Saya Pilu karena Kritik PDIP Keras Banget
tempo.coAI Data Center RI Hadapi Krisis SDM Teknologi
Listrik Indonesia | Ketua Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Hendra Suryakusuma mengungkapkan bahwa industri data center di Indonesia saat ini menghadapi tantangan dalam pemenuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan teknologi terbaru, khususnya untuk mendukung pengembangan artificial intelligence (AI) data center. Hal tersebut ia ungkapkan dalam agenda Media Masterclass di Schneider Electric Indonesia Headquarters pada Rabu (20/05/2026).
Hendra menjelaskan pertumbuhan industri data center berlangsung sangat cepat, terutama dari sisi perkembangan teknologi. Namun, di sisi lain, kapasitas pengembangan sumber daya manusia dinilai masih terbatas.
Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan tenaga kerja yang mampu memenuhi kebutuhan operasional AI data center di Indonesia masih belum memadai.
“Pertumbuhan industri data center secara teknologi berlangsung sangat cepat. Di sisi lain, peluang talent development kita masih terbatas. Akibatnya, tenaga kerja yang mampu melayani kebutuhan AI data center di Indonesia juga masih sangat terbatas,” ujar Hendra.
Ia mencontohkan kondisi di Batam yang saat ini mengalami pertumbuhan industri data center cukup pesat. Namun, percepatan pertumbuhan industri tersebut dinilai belum diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia lokal yang memadai.
Hendra menyebut sejumlah perusahaan data center di Batam akhirnya merekrut tenaga kerja dari Jakarta maupun luar negeri untuk memenuhi kebutuhan operasional.
“Apalagi kalau berbicara Batam. Pertumbuhan industrinya sangat pesat, tetapi sumber daya manusianya benar-benar terbatas. Akhirnya banyak pekerja dari Jakarta, bahkan sebagian dari Malaysia, datang ke Batam untuk bekerja di data center,” katanya.
Selain itu, Hendra mengungkapkan terdapat minat tenaga kerja asing dari sejumlah negara untuk bekerja di industri data center Indonesia, termasuk dari India dan Bangladesh.
Meski demikian, IDPRO menyatakan telah menyampaikan kepada para pemangku kepentingan agar prioritas penyerapan tenaga kerja tetap diberikan kepada pekerja asal Indonesia.
“Sebagai gambaran, banyak tenaga kerja dari India dan Bangladesh juga sangat ingin bekerja di Indonesia. Namun kami sudah menyampaikan kepada para pemangku kepentingan agar tetap memprioritaskan tenaga kerja dari Indonesia terlebih dahulu,” tutupnya.
Apa yg Anda lakukan jika ada dalam posisi ini? Apakah Anda ttp bantu keluarga dapat kerja di program yang Anda tahu menyebabkan rusaknya ekonomi negara, atau tetap idealistik namun harus menahan lapar hingga dapat kerja yang layak?
Kondisi kerja di sini saat ini sulit, dan opsi yang ada pun terbatas. Ada opsi yang terbuka, namun ternyata kerja sebagai anggota SPPG, bagian dari program MBG yang menghabiskan ratusan triliun APBN, memperkaya para kroni, menyebabkan potongan anggaran sana sini, menaikkan defisit negara, dan secara gak langsung merusak nilai rupiah itu sendiri.
Response di thread aslinya pun beragam. Dari "Idealisme gak bisa kasih kamu makan" sampai "Lebih baik lapar daripada hilang idealisme.". Bahkan ada yang mencontoh perjuangan Karl Marx yang tetap bersikukuh dengan idealismenya meski dirinya sendiri hidup sulit dan harus pinjam duit dari Engels.
Bagaimana dengan redditor sendiri?
Apa patokan Anda ketika bilang "lagi ga punya uang"?
Bener2 ga ada uang/tabungan?
Ada tabungan tapi ga ada uang cash?
or cuma punya uang untuk kehidupan sehari2 tapi ga ada uang dingin untuk invest atau kebutuhan tersier?
atau mungkin ada standar lain?