u/WongPerancis

▲ 403 r/indonesia

Bikin pengajian sampai jam 12 malam, lalu lanjut kembang api sampai jam 1 dini hari, diakhiri dengan pertikaian dengan warga setempat

Source: Sadewa on Twitter

Warga Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dibuat emosi dengan acara pengajian yang berakhir pada tengah malam, Sabtu, 3 Oktober 2026. Bukan karena pengajiannya, tapi acara itu ditutup dengan pesta kembang api yang cukup lama, dari sekitar jam 12 malam hingga jam 1 dini hari.

Seorang ibu yang memiliki si kecil dan lokasi rumahnya hanya sekitar 400 meter dari acara tersebut tak sanggup lagi menahan emosi. Ia terpaksa keluar rumah dan menegur panitia acara tersebut, yang awalnya pihak perwakilan dari mereka meminta maaf.

Akan tetapi, situasi menjadi memanas ketika sejumlah orang berpeci dan berbusana sangat islami malah menantang balik. Kontak fisik sempat terjadi, sebelum akhirnya kedua belah pihak dilerai.

Laporan dari netizen lain yang rumahnya tak jauh dari lokasi juga memperlihatkan kegaduhan pesta kembang api tersebut, hanya saja mereka sekadar mendokumentasikan, tapi tak berani menegur.

u/WongPerancis — 10 days ago

Indonesia’s Richest Family Moves More Than $1 Billion Offshore

Maybe nothing, after all some of them just received an inheritance from their father.

bloomberg.com
u/WongPerancis — 1 month ago
▲ 139 r/indonesia

Bagaimana mimpi tunanetra ketika tidur?

Source: AhlulQohwah on Twitter

Ternyata sama seperti waktu tidak tidur saja, semua indera ada input-outputnya kecuali penglihatan.

u/WongPerancis — 2 months ago

Di Pidato Kenegaraan Prabowo 14 Agustus 2026: Ibu Susana, buruh harian pengupas bawang, mendapat upah Rp.700 ribu per kg.

Source: Lambe Saham on Twitter

I didn't watch the Pidato Kenegaraan, but... seriously... if this wasn't AI-generated, then I just don't understand how he got his information from.

Note to Mod: sebenarnya saya mau menggunakan flair "funny/memes/shitpost" karena ini beneran lucu konyol, tapi silakan diganti bila dirasa perlu. Thank you.

u/WongPerancis — 2 months ago
▲ 199 r/indonesia

Surat klarifikasi dan permintaan maaf dari Dian Damayanti atas paper-nya "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The Nation Nutrition Agency Building Smart Business For Food Security Industry And Indonesia Economic Growth."

Source: Dian Damayanti on Instagram

Lanjutan dari kasus pengajuan paper nominasi Nobel Perdamaian 2026:

Yang bersangkutan mengakui kesalahannya:

  • membuat paper dengan mencatut nama-nama pejabat (termasuk Presiden Prabowo Subianto, Presiden Emmanuel Macron, berbagai kementrian dan lembaga)
  • mengajukan nominasi Nobel Perdamaian 2026
  • materi yang digunakan adalah dokumen yang bersifat legal dan termasuk kekayaan intelektual
  • mengirim dokumen menggunakan kop surat dan amplop resmi Kemendagri tanpa sepengetahuan Kemendagri

Yang bersangkutan pun menyatakan bahwa itu semua merupakan inisiatif pribadi, dan bersedia menerima sanksi (hukum dan administrasi).

Ada beberapa pertanyaan yang masih belum terjawab:

  • dari mana dia mendapat kop surat dan amplop resmi Kemendagri
  • dari mana dia mendapat cap resminya?
  • penjelasan penggunaan gelar dan pengalamannya.
u/WongPerancis — 2 months ago
▲ 247 r/indonesia

When the solution is part of the problem

Source: Eka Wicaksana Putra on Twitter

Konteks: Itu foto halaman 85 dari buku "Problem Solver: How Indonesian President Prabowo Subianto Solved 108 Chronic Problems in His First 18 Months in Office" karangan Muhammad Qodari, Dirgayuza Setiawan, & Agung Gumilar Saputra.

Edit: source link correction.

u/WongPerancis — 3 months ago

Di dalam darah Prabowo Subianto ada dua sisi dari perang yang sama, dan mereka dulu saling berhadapan di medan tempur perang Diponegoro

Source: RagilSemar (Twitter), dan ini twitnya:

Di dalam darah Prabowo Subianto ada dua sisi dari perang yang sama, dan mereka dulu saling berhadapan di medan tempur perang Diponegoro.

Satu leluhurnya melawan Belanda.
Satu leluhur lain jadi bagian pasukan yang mengawal penangkapannya.

Ini bukan metafora. Ini silsilah.

Garis ayah, klan Djojohadikusumo.
Kakek buyutnya: Kertanegara IV alias Raden Banyak Wide. Senopati Diponegoro, mimpin ratusan pasukan di front Urutsewu-Panjer, Kebumen.
18 April 1829, dia tertangkap Belanda di Kemit.

Nggak cuma satu jalur. Nenek Prabowo, Siti Katoemi Wirodihardjo, juga bawa darah "pemberontak."
Ayahnya keturunan Ki Ageng Wiroreno, panglima Diponegoro untuk divisi Prambanan. Setelah perlawanan runtuh 1830, dia menetap di Banyumas.

Sampai di sini, ceritanya rapi: trah pejuang, garis lurus ke presiden.

Tapi pindah ke garis ibu: klan Sigar dari Minahasa, ceritanya balik 180 derajat.

Buyut dari buyutnya, Kapten Benjamin Thomas Sigar, bukan cuma di kubu Belanda. Dia perwira Pasukan Tulungan (hulptroepen) , pasukan bantuan Minahasa yang direkrut Belanda karena kas kolonial nyaris jebol menghadapi Diponegoro.

Pasukan yang dipimpinnya ikut dalam rombongan yang mengawal ketat Diponegoro menuju pengasingan pertama di Manado, setelah ditangkap lewat siasat Jenderal De Kock, Maret 1830.
Balas jasanya: diangkat Hukum Besar Langowan, pangkat kehormatan Mayor, status disetarakan warga Belanda.

Jadi begini posisinya:
Garis ayah → darah senopati yang dikejar Belanda.
Garis ibu → darah kapten yang bantu menangkap musuh itu.

Dua pihak yang baku hantam 1825–1830, ketemu lagi lima generasi kemudian.

Sekarang, kira2 keturunan mereka ini cenderung di garis yang mana??

---

Note to Moderator: pakai tag Funny/Memes/Shitpost karena di Prakata buku Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan lama di Jawa 1785-1855 yang menjadi dasar pembuatan chart di atas hanya menyebutkan satu pihak ("Sebagian besar dana untuk publikasi ini diperoleh dari Yayasan Arsari Djojohadikusumo. Saya ingin mengucapkan matur sembah nuwun kepada Bapak Hashim Djojohadikusumo atas dukungan yang tak berhingga. Semoga publikasi ini bisa juga menjunjung nama baik nenek moyang Pak Hashim, Raden Tumenggung Banyakwide (alias Raden Tumengung Kertanegara/ Mangunyudo Mukti), panglima Pangeran di Gowong (Kedu) yang begitu berani dan tersohor (Bab XI catatan 107). Kami juga berterima kasih kepada Bapak Fadli Zon atas imbal balik pendana tersebut."), tapi silakan diganti apabila dianggap tidak tepat.

u/WongPerancis — 3 months ago

Mahasiswa Demo di Monas Bawa Tiga Salib Merah, Soroti Harga BBM dan Nilai Tukar Rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menggelar unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Rabu (17/6/2026) sore.

Sekitar 25 orang mahasiswa menggelar demonstrasi tepat di samping titik demonstrasi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Jakarta Timur. Mereka menggelar demonstrasi di sisi jalan yang mengarah ke Jalan MH Thamrin, di sebelah massa pendukung MBG yang sebelumnya berdemo di sisi jalan arah ke Balaikota DKI Jakarta.

Para mahasiswa tiba dengan membawa simbol protes yaitu tiga salib merah sebagai simbol perlawanan.

Di tengah, terdapat sebuah salib besar yang dipegang oleh seorang mahasiswa. Kemudian, di salib kanan dan kirinya yang berukuran lebih kecil terdapat foto Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka disematkan di atasnya.

Mengenakan pakaian serba hitam dengan identitas berupa topi dan membawa spanduk, mereka tiba sekitar pukul 15.10 WIB. Para mahasiswa tiba sambil membawa dua buah spanduk tuntutan bertuliskan "Turunkan harga bahan pokok!" di spanduknya.

Selain itu, terdapat pula empat poin tuntutan pada spanduk lainnya yang bertuliskan mendesak pemerintah untuk:

  • Segera kembalikan nilai tukar rupiah
  • Turunkan harga BBM
  • Evaluasi program yang dinilai tidak realistis
  • Pecat pejabat yang tidak kompeten di bidangnya

Adapun, arus lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan MH Thamrin ditutup sebagian dan hanya menyisakan satu lajur di sisi paling kiri untuk dilintasi pengendara.

Alasan Bawa Salib Merah

Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Johanes Jonianus Tae menjelaskan bahwa penggunaan tiga salib merah tersebut bukan semata-mata sebagai representasi simbol keagamaan. Menurutnya, salib melambangkan keberanian dan perlawanan terhadap penindasan, ketimpangan, serta ketidakadilan yang terjadi saat ini. "Sebagai putra asal NTT, kami membawa salib merah, sebagai simbol perlawanan dari Merauke ke Jakarta sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan hari ini," kata Johanes kepada wartawan, Rabu.

Mengenai penyematan foto Presiden Prabowo dan Wapres Gibran di dua salib yang mengapit salib besar, Jo menyebut hal ini diadaptasi dari kisah penyaliban Yesus Kristus di antara dua orang berdosa. "Dua orang berdosa tersebut dalam konteks yang kali ini kami angkat tentunya adalah Prabowo dan Gibran. Mereka merupakan pucuk tertinggi kepemimpinan di negara, tetapi tidak mampu menjawab persoalan rakyat maupun membawa masyarakat miskin naik kelas," ucap Johanes.

Jo menambahkan, aksi ini bertujuan untuk "mempertobatkan" para pemimpin negara agar kebijakan yang diambil ke depannya dapat benar-benar menyelesaikan permasalahan struktural dan beban hidup masyarakat. "Tetapi perlu kita ketahui bersama, dua orang dalam kisah penyaliban Yesus Kristus mampu untuk mempertobatkan dirinya. Tetapi dua orang yaitu Prabowo dan Gibran yang hari ini kami angkat sebagai orang berdosa, tidak mampu bertobat, tidak menginginkan pertobatan," ujar Johanes.

"Oleh karena itu kami dari PMKRI Cabang Jakarta Pusat hadir untuk dapat mempertobatkan mereka agar kebijakan mereka bisa lebih memprioritaskan masyarakat," sambungnya.

megapolitan.kompas.com
u/WongPerancis — 4 months ago
▲ 214 r/indonesia

Lengang. Hukum tabur tuai itu nyata.

Source: Edy Bayo Regar on Twitter

Edit: I didn't like the text of the tweet, but Reddit warned me about putting down different text to the original if I want to use the "Current Affair" flair. So that's that.

u/WongPerancis — 5 months ago

KOMPAS.com - Salah seorang penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KJJ) Argo Bromo Anggrek menggugat PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) atas insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan CommuterLine yang terjadi pada Senin (27/4/2026).

Penumpang tersebut, Rolland E Potu, S.H., M.H., CBLC (35) yang bekerja sebagai advokat, menjadi penumpang KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026), hari ketika insiden tabrakan KRL dan Argo Bromo yang menewaskan total 16 korban jiwa. Ronald mengatakan, dirinya seharusnya menaiki KA tersebut pada hari itu, tetapi PT KAI membatalkan tiketnya tiga jam setelah kecelakaan karena kendala operasional.

Ia menggugat PT KAI sebesar Rp 800.000 yakni nominal sebesar tiket kereta tersebut, serta Rp 100 miliar untuk korban luka dan meninggal dunia akibat insiden kecelakaan tersebut.

Lampu gerbong mati saat insiden terjadi

Ronald mengatakan, ia menjadi penumpang KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) keberangkatan pukul 20.30 WIB saat insiden kecelakaan terjadi.

Ia menceritakan, saat itu ia berada di gerbong 5 kelas Eksekutif. Saat insiden terjadi, lampu gerbong kereta tersebut mati, dan evakuasi baru dilakukan sekitar 20 menit. "Saya di gerbong 5 executive. Dan mengalami lampu mati satu gerbong, evakuasi baru sekitar 20 menit. Banyak yang teriak-teriak," kata Ronald ketika dihubungi Kompas.com pada Senin (4/5/2026).

Ronald mengatakan, dirinya telah mendaftarkan gugatan tersebut melalui e-court pada Kamis (30/4/2026). "Betul, kemarin Kamis, 30 April 2026 sudah kita daftarkan melalui e-court, akan tetapi barusan ada pemberitahuan dari e-court Mahkamah Agung, untuk meminta pendaftaran secara langsung (manual) di Pengadilan Negeri Bandung," kata Ronald.

2 materi gugatan yang dilayangkan kepada PT KAI

Terdapat dua materi gugatan yang didaftarkan Ronald di Pengadilan Negeri, antara lain gugatan mengenai ketidaksiapan PT KAI serta gugatan tentang nilai materiil. "Gugatan saya bicara materi Good corporate governance PT KAI, oleh karena sebagaimana saya menerima pesan dari PT KAI melalu KAI121 justru menyatakan pembatalan karena kendala operasional pasca hampir tiga jam setelah kecelakaan dan hanya menawarkan opsi refund tiket," kata Ronald.

Ia mengatakan, menurutnya, hal tersebut menyalahi kaidah-kaidah normatif tentang peristiwa sebenarnya serta hal itu menunjukkan dugaan ketidaksiapan PT KAI dalam menyelenggarakan suatu kegiatan transportasi.

Kemudian, yang kedua adalah gugatan tentang nilai.

"Gugatan saya tentang nilai, saya sudah menyatakan materiil kurang lebih Rp 800.000 hanya sebesar harga tiket saya, akan tetapi Rp 100 miliar tersebut diperuntukkan korban meninggal dunia atau luka, dan Penggugat (saya) tidak akan mengambil sedikit pun," jelas Ronald. "Oleh karena apabila memang harus ada perbaikan sistem Good Corporate Governance (GCG), bukan menggampangkan dengan memberikan santunan saja," lanjutnya.

Ronald mengatakan, hal tersebut menurutnya bukan hanya soal nyawa. Melalui gugatan atau tuntutan tersebut, ia berharap agar setiap perusahaan negara belajar bagaimana menghormati hak-hak hidup seseorang atau masyarakat. "Hal ini agar menjadi pembenahan yang fundamental untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan dan sebagainya," pungkas Ronald.

Insiden kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek

Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dan KRL PLB 5568A rute Jakarta–Cikarang pada Senin (27/4/2026) menimbulkan duka mendalam. Peristiwa tersebut mengakibatkan 16 penumpang KRL yang berada di gerbong khusus wanita meninggal dunia.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin menyebutkan, kecelakaan diduga bermula dari insiden di pelintasan sebidang sekitar 200 meter dari Stasiun Bekasi Timur.

“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Hal ini diduga mengganggu sistem perkeretaapian di emplasemen Bekasi Timur,” ujar Bobby, dikutip dari Kompas.com, Rabu (29/4/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

kompas.com
u/WongPerancis — 5 months ago

KOMPAS.TV - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, merespons pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital terkait videonya yang dianggap mengandung fitnah serta ujaran kebencian terhadap Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Menurut Amien Rais, negara demokrasi menjamin kebebasan berpendapat bagi setiap orang, terlebih jika menyangkut perbedaan pandangan terkait persoalan bangsa. Ia juga menilai Teddy Indra Wijaya telah melampaui batas kewenangannya sebagai Sekretaris Kabinet.

Amien menyebut, Teddy seharusnya diberikan tugas lain yang tidak melekat langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini karena Teddy diklaim kerap menghambat pihak-pihak yang ingin bertemu dengan presiden.

Sementara itu, terkait potensi dampak hukum atas pernyataannya, Amien Rais menegaskan bahwa hanya Teddy Indra Wijaya yang berhak memperkarakan persoalan tersebut.

u/WongPerancis — 5 months ago