



Aksi manusia silver di Bali kian hari kian meresahkan masyarakat dan pengguna jalan. Bukan sekadar mengganggu arus lalu lintas dengan meminta-minta, aksi jalanan ini telah menjurus ke tindakan kriminalitas. Terkini, seorang pengamen manusia silver nekat menodongkan senjata tajam jenis pisau kepada pengendara yang sedang melintas di kawasan wisata Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Peristiwa tersebut terjadi di persimpangan lampu merah (traffic light) Jalan Imam Bonjol - Sunset Road, Kuta, Badung, pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Aksi premanisme ini sempat direkam oleh korban dan viral di media sosial setelah pelaku bertindak agresif ketuk kaca mobil menggunakan pisau.
#Kronologi Penangkapan Pelaku di Kuta
Merespons video viral yang memicu kekhawatiran publik dan mengganggu citra pariwisata Bali, Tim Unit Reskrim Polsek Kuta bergerak cepat. Petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mendalami rekaman CCTV.
Kurang dari 24 jam, pelaku akhirnya berhasil diringkus tanpa perlawanan pada Minggu (17/5/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WITA. Pelaku diketahui bernama Andra Winata (26), seorang buruh asal Batujajar, Bandung, Jawa Barat. Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, SH., MH., membenarkan penangkapan manusia silver resahkan pengguna jalan tersebut.
"Saat itu, korban tengah berhenti di lampu merah dan tiba-tiba didatangi pelaku yang meminta uang sambil menodongkan pisau," ujar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Minggu (17/5/2026) siang. Dari hasil interogasi, Andra berdalih senjata tajam itu digunakan hanya untuk menakuti-nakuti pengendara agar mau memberi uang. Akibat kejadian ini, korban dilaporkan mengalami trauma saat berkendara.
#Dikendalikan Dalang Bernama Ujang yang Kini Buron
Penyidikan kepolisian mengungkap fakta baru bahwa aksi manusia silver di Bali ini ternyata terorganisasi dan diduga dikendalikan oleh pihak lain. Kepada penyidik, Andra mengaku beraksi atas perintah seorang pria bernama Ujang. "Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku aksi menodongkan pisau tersebut dilakukan atas perintah seseorang bernama Ujang. Bahkan, pisau yang digunakan untuk mengancam korban diakui telah dikembalikan kepada Ujang," ungkap Iptu Gede Adi. Saat ini, polisi menetapkan Ujang ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron. Jajaran Polresta Denpasar menegaskan tidak akan mentolerir tindakan yang merusak keamanan di Gumi Keris.
Adapun barang bukti yang disita polisi dari tangan pelaku meliputi:
1 buah kalung dan 1 celana boxer yang dipakai saat kejadian.
1 buah ember merah tempat menampung uang hasil mengemis.
1 botol air mineral berisi sisa cairan cat warna silver.
Kasatpol PP Badung, I G.A.K Suryanegara, menjelaskan bahwa penertiban terhadap gepeng, pengamen, dan manusia silver di Kuta sebenarnya sudah berulang kali dilakukan. Namun, mereka kerap kembali ke jalan karena adanya respons berupa pemberian uang dari para pengendara.
"Berbeda dengan ini, membawa pisau, seperti mau mengancam dan membahayakan pengguna jalan dan itu perbuatan pidana," tegas Suryanegara. Pihaknya kini bersinergi penuh dengan Polsek Kuta untuk proses hukum lebih lanjut.
#Denpasar dan Klungkung Gencarkan Razia Pengemis Jalanan
Dampak dari kasus di Badung, wilayah tetangga seperti Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung langsung memperketat pengawasan lalu lintas dari serbuan gepeng dan manusia silver.
#1. Pergerakan Satpol PP Kota Denpasar
Kasatpol PP Kota Denpasar, AA Ngurah Bawa Nendra, menyatakan pihaknya rutin menggelar patroli terpadu demi menjaga ketertiban umum. Pada penertiban terakhir tanggal 13 Mei 2026, jajarannya mengamankan belasan orang di sejumlah lampu merah Denpasar. "Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan sebanyak 2 orang pengamen, 2 orang manusia silver, 13 pengemis, dan 1 pedagang kerupuk," papar Bawa Nendra, Minggu (17/5/2026) pagi.
Warga yang terjaring razia langsung diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar untuk pembinaan dan pendataan. Satpol PP mengimbau masyarakat untuk tidak memberi uang di jalanan dan aktif melapor jika melihat pelanggaran melalui layanan WA bot GARBASITA di nomor 081337338326.
Keluhan serupa juga datang dari warga Klungkung. Manusia silver dilaporkan mulai marak beroperasi di kawasan By Pass Ida Bagus Mantra, tepatnya di perempatan Negari, serta simpang Tiing Adi, Desa Gunaksa. "Manusia silver sekarang makin sering di Klungkung... Ini sudah sangat meresahkan," cetus Made Susila, salah seorang warga Klungkung. Menanggapi hal itu, Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa, menyebutkan pihaknya sempat melakukan penyergapan terhadap dua manusia silver di lampu merah Negari. Jalur operasi mereka terbagi dua, yakni jalur utara dan selatan.
"Kami temukan dua orang. Satu berhasil kami tangkap, sementara satu lagi kabur (ke jalur utara)," jelas Suwarbawa. Berdasarkan data petugas, para pengemis jalanan ini mayoritas berasal dari luar Pulau Bali. Satpol PP Klungkung memastikan akan menindak tegas sesuai Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum jika mereka nekat kembali beroperasi.
NEXT One - Tak Terima Ditegur Soal Parkir Sembarangan, Lima WNA Tiongkok Keroyok Pasutri | UP NOW!
Pasangan suami istri menjadi korban pengeroyokan oleh lima warga negara asing asal Tiongkok di kawasan perumahan mewah Surabaya Timur. Insiden tersebut diduga dipicu perselisihan terkait parkir mobil. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka lebam serta robek di bagian wajah dan kepala.
Paspor Indonesia wak