r/indonesiabebas

▲ 31 r/indonesiabebas+1 crossposts

Manusia Silver di Bali Todong Pengendara Pakai Pisau, Pelaku Ditangkap dan Mengaku Diperintah Ujang

Aksi manusia silver di Bali kian hari kian meresahkan masyarakat dan pengguna jalan. Bukan sekadar mengganggu arus lalu lintas dengan meminta-minta, aksi jalanan ini telah menjurus ke tindakan kriminalitas. Terkini, seorang pengamen manusia silver nekat menodongkan senjata tajam jenis pisau kepada pengendara yang sedang melintas di kawasan wisata Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Peristiwa tersebut terjadi di persimpangan lampu merah (traffic light) Jalan Imam Bonjol - Sunset Road, Kuta, Badung, pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Aksi premanisme ini sempat direkam oleh korban dan viral di media sosial setelah pelaku bertindak agresif ketuk kaca mobil menggunakan pisau.

#Kronologi Penangkapan Pelaku di Kuta

Merespons video viral yang memicu kekhawatiran publik dan mengganggu citra pariwisata Bali, Tim Unit Reskrim Polsek Kuta bergerak cepat. Petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mendalami rekaman CCTV.

Kurang dari 24 jam, pelaku akhirnya berhasil diringkus tanpa perlawanan pada Minggu (17/5/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WITA. Pelaku diketahui bernama Andra Winata (26), seorang buruh asal Batujajar, Bandung, Jawa Barat. Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, SH., MH., membenarkan penangkapan manusia silver resahkan pengguna jalan tersebut.

"Saat itu, korban tengah berhenti di lampu merah dan tiba-tiba didatangi pelaku yang meminta uang sambil menodongkan pisau," ujar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Minggu (17/5/2026) siang. Dari hasil interogasi, Andra berdalih senjata tajam itu digunakan hanya untuk menakuti-nakuti pengendara agar mau memberi uang. Akibat kejadian ini, korban dilaporkan mengalami trauma saat berkendara.

Sumber: https://denpasar.kompas.com/read/2026/05/17/194045678/manusia-silver-di-bali-todong-pengendara-pakai-pisau-pelaku-ditangkap-dan?page=all.

#Dikendalikan Dalang Bernama Ujang yang Kini Buron

Penyidikan kepolisian mengungkap fakta baru bahwa aksi manusia silver di Bali ini ternyata terorganisasi dan diduga dikendalikan oleh pihak lain. Kepada penyidik, Andra mengaku beraksi atas perintah seorang pria bernama Ujang. "Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku aksi menodongkan pisau tersebut dilakukan atas perintah seseorang bernama Ujang. Bahkan, pisau yang digunakan untuk mengancam korban diakui telah dikembalikan kepada Ujang," ungkap Iptu Gede Adi. Saat ini, polisi menetapkan Ujang ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron. Jajaran Polresta Denpasar menegaskan tidak akan mentolerir tindakan yang merusak keamanan di Gumi Keris.

Adapun barang bukti yang disita polisi dari tangan pelaku meliputi:

1 buah kalung dan 1 celana boxer yang dipakai saat kejadian.

1 buah ember merah tempat menampung uang hasil mengemis.

1 botol air mineral berisi sisa cairan cat warna silver.

Kasatpol PP Badung, I G.A.K Suryanegara, menjelaskan bahwa penertiban terhadap gepeng, pengamen, dan manusia silver di Kuta sebenarnya sudah berulang kali dilakukan. Namun, mereka kerap kembali ke jalan karena adanya respons berupa pemberian uang dari para pengendara.

"Berbeda dengan ini, membawa pisau, seperti mau mengancam dan membahayakan pengguna jalan dan itu perbuatan pidana," tegas Suryanegara. Pihaknya kini bersinergi penuh dengan Polsek Kuta untuk proses hukum lebih lanjut.

#Denpasar dan Klungkung Gencarkan Razia Pengemis Jalanan

Dampak dari kasus di Badung, wilayah tetangga seperti Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung langsung memperketat pengawasan lalu lintas dari serbuan gepeng dan manusia silver.

#1. Pergerakan Satpol PP Kota Denpasar

Kasatpol PP Kota Denpasar, AA Ngurah Bawa Nendra, menyatakan pihaknya rutin menggelar patroli terpadu demi menjaga ketertiban umum. Pada penertiban terakhir tanggal 13 Mei 2026, jajarannya mengamankan belasan orang di sejumlah lampu merah Denpasar. "Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan sebanyak 2 orang pengamen, 2 orang manusia silver, 13 pengemis, dan 1 pedagang kerupuk," papar Bawa Nendra, Minggu (17/5/2026) pagi.

Warga yang terjaring razia langsung diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar untuk pembinaan dan pendataan. Satpol PP mengimbau masyarakat untuk tidak memberi uang di jalanan dan aktif melapor jika melihat pelanggaran melalui layanan WA bot GARBASITA di nomor 081337338326.

  1. Penertiban di Wilayah Klungkung

Keluhan serupa juga datang dari warga Klungkung. Manusia silver dilaporkan mulai marak beroperasi di kawasan By Pass Ida Bagus Mantra, tepatnya di perempatan Negari, serta simpang Tiing Adi, Desa Gunaksa. "Manusia silver sekarang makin sering di Klungkung... Ini sudah sangat meresahkan," cetus Made Susila, salah seorang warga Klungkung. Menanggapi hal itu, Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa, menyebutkan pihaknya sempat melakukan penyergapan terhadap dua manusia silver di lampu merah Negari. Jalur operasi mereka terbagi dua, yakni jalur utara dan selatan.

"Kami temukan dua orang. Satu berhasil kami tangkap, sementara satu lagi kabur (ke jalur utara)," jelas Suwarbawa. Berdasarkan data petugas, para pengemis jalanan ini mayoritas berasal dari luar Pulau Bali. Satpol PP Klungkung memastikan akan menindak tegas sesuai Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum jika mereka nekat kembali beroperasi.

denpasar.kompas.com
u/bilikmasak — 1 day ago

What I would suggest to make our economic slightly better (in order to achieve Indonesia Emas 2045).

I'm sure almost everyone is concerned about how Indonesia economic is rapidly decreasing in its performance (based on how Rupiah performance against foreign currencies, IHSG charts and even the decreasing of people's buying power). But rather than mocking or satirizing the government or even the president himself, I would like to suggest to government what should they be doing instead of always doing fiery speeches and keep accusing "Antek-Antek Asing" (we live in global economy, w can't escape or deny foreign powers anyway).

Here is the list of my suggestion:

  • Pivot MBG into a Targeted Program
    • Forcing MBG into every school nationwide—including wealthy private schools in Jakarta—is fiscal suicide.
    • The Fix: Limit MBG strictly to impoverished, high-stunting zones (like NTT, parts of Papua, and vulnerable rural pockets).
    • The Result: This keeps the vital nutrition investment where children actually suffer from cognitive stunting, but slashes the program's cost significantly. This immediately restores fiscal balance, stabilizes the Rupiah, and lowers import inflation on kitchen-table goods.
  • Funnel the Savings into "Brainware" (Teachers & Researchers)
    • Take the trillions of Rupiah saved from MBG and reinvest it into human intellect.
    • Raise the salaries of teachers (especially guru honorer) and researchers dramatically. Turn education into a highly competitive, prestigious career track.
    • Stop the brain drain. Give our best minds a reason (for example: fund their research that might possibly improve the lives of many) to stay in Indonesia and staff our universities instead of leaving for Singapore or the West.
  • The 100% Brand Ownership + Tiered 51% Workforce Mandate
    • The Strategy: Allow foreign investors 100% ownership of their brand name, corporate identity, and global profits so they don't fear "nationalization.".
    • The Catch: In exchange for market and resource access, they must legally mandate that at least 51% of their engineering and design workforce inside Indonesia consists of local nationals.
    • Dividing the Quota: This 51% won't just be low-level assembly workers. It must be strictly divided: a set percentage must be placed directly into Tier 1 (Core Architects)—working inside the R&D rooms on source code, chip architecture, and core design. The core workers should agree to a fair NDA as long as they are being the "core architect" of the company.
  • Time-Limited "Sovereign Leases" for Heavy Industry
    • For downstream natural resources (like nickel and EV batteries) where assets are tied to Indonesian soil, use a strict Build-Operate-Transfer (BOT) model.
    • Give foreign firms a highly profitable, 15-to-20-year operational lease.
    • When the lease expires, the physical infrastructure and localized operations revert entirely to the Indonesian state. Because our citizens made up the majority of the workforce for two decades, we inherit a fully functional tech ecosystem staffed by our own people who know exactly "how it works."
  • Force The Bad Mass Organizations (Ormas) to Stand Down
    • The official tax rate isn't what scares top-tier investors away; it is the unofficial "local thug tax."
    • Deploy the full weight of the TNI and Polri to completely dismantle extortion rackets, illegal security fees, and Ormas blocking factory gates.
    • Reclaiming the state's absolute monopoly on security creates genuine legal certainty, automatically dropping the operational cost of doing business in Indonesia to near zero.

Still, these are only suggestions coming from an ordinary Indonesian citizen that only wants to live his life peacefully. This is a discussion and open to debate.

I will share my thoughts on how Danantara should works in my opinion if I had time.

reddit.com

Is This Organization Legit?

Barusan pas lg jalan di stasiun LRT sudirman disamperin. Katanya cuma minta waktu utk survey, abis itu lanjut ngejelasin program2nya, ada program rumah asuh di banyak titik diindonesia total 4000 anak asuh (bukan adopsi), mereka mau besarin anak2 ini sampai minimal D3/S1 katanya.

Abis itu tbtb nanya mau bantu support / ngga, gw bilang mau. Tp mereka gaboleh nerima cash, jd mereka minta KTP dan kartu debit utk didata auto debit 150k/bulan.

Gw ga kasih sih, tp mereka kasih IG utk di follow. Is this Organization legit?

u/Joan_Hawk — 1 day ago