





This post contains content not supported on old Reddit. Click here to view the full post
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan menyatakan Tentara Nasional Indonesia terlibat dalam kegiatan pembekalan keberangkatan bagi penerima beasiswa LPDP angkatan tahun ini. LPDP menyebutkan keterlibatan TNI hanya untuk mendampingi kegiatan luar ruang.
Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP M. Lukmanul Hakim mengatakan personel TNI akan memandu kegiatan outdoor yang menjadi bagian dari rangkaian pembekalan penerima beasiswa. “Acara outdoor ini juga telah diprogramkan dan dilaksanakan pada angkatan-angkatan sebelumnya. Bukan hal baru dalam pelaksanaan pembekalan penerima LPDP,” kata Lukman pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurut Lukman, kegiatan luar ruang itu dirancang untuk membangun kerja sama antarpeserta. Ia mengatakan materi pembekalan lain mencakup penguatan karakter, nilai kebangsaan, kedisiplinan, kesiapan mental, serta etik sebagai penerima beasiswa negara.
Lukman menegaskan bahwa agenda tersebut tidak sama dengan pelatihan bela negara, meski digelar di kawasan militer dan melibatkan personel TNI.
Berdasarkan surat kegiatan yang diterima Tempo, pembekalan itu akan berlangsung pada 4-9 Mei 2026 di Gedung Marsekal Sukardi, Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Sebagian materi dalam agenda itu disebut akan disampaikan oleh TNI.
Sebanyak 206 peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas penerima beasiswa program magister dan doktor, baik untuk studi di dalam maupun luar negeri. Semua rangkaian kegiatan bersifat wajib sebelum peserta memulai perkuliahan.
Dalam surat itu disebutkan bahwa pembekalan bertujuan memberikan penguatan pola pikir, kemandirian, penanaman nilai luhur bangsa, penguatan nasionalisme, serta internalisasi nilai dan budaya LPDP.
Namun kebijakan tersebut menuai keberatan dari sejumlah penerima beasiswa. Salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan keterlibatan TNI dalam pemberian materi.
Menurut dia, peserta diinformasikan akan menginap di tenda selama kegiatan berlangsung dan dibatasi menggunakan telepon seluler hanya satu jam per hari.
“Saya mendapat info nanti kami akan menginap di tenda, lalu tidak boleh pegang handphone selama acara. Hanya boleh pegang handphone satu jam sehari. Hampir semua mempertanyakan buat apa?” ujarnya.
Ia mengatakan sejumlah penerima beasiswa telah menyampaikan protes kepada LPDP. Namun, kata dia, manajemen menyebutkan aturan tersebut merupakan keputusan final.
“Katanya sebelum ada negosiasi, syarat-syaratnya bahkan tidak boleh ada handphone sama sekali. Setelah ada negosiasi, jadi sehari bisa pegang handphone satu jam saja. Intinya, mereka bilang ini sudah keputusan manajemen,” ujarnya.