Perjalananku Dari Kebodohan Menuju Pencerahan

Ini adalah kisahku berevolusi dari Muslim->Quranist(Anti Hadith)->Ex Muslim. Mungkin sebagian ada yang relate dan mungkin juga tidak dengan rekan2 disini.

Tahap Awal Mula:

Salat dan ketika atahiyat berpikir; syahadat nabi muhammad ketika atahiyat seperti apa kira-kira? Ashadu Anna Anna Rasulullah.. ?
Koq narsis banget ya beliau?
Dan buat apa bersaksi tentang diri sendiri terhadap diri sendiri?

Ditindaklanjuti dengan mencari sumber awal mula syahadat, dan ternyata tidak ada di Quran dan hanya ada di Hadiths.
Dilanjutkan dengan mempelajari kapan Quran ditulis dan kapan Hadiths ditulis.

Kesimpulan saya:

  1. Syahadat ini sangat kecil kemungkinannya diminta / diajarkan oleh Muhammad sendiri. Kemungkinan besar justru dikarang dan disyaratkan oleh orang lain.
  2. Berhubung itu adalah syarat #1 dari rukun islam, maka agama Islam itu sendiri sebetulnya tidak dibuat oleh Muhammad.
  3. Ternyata Quran ditulis 15 tahun setelah Muhammad meninggal dan Hadiths 200 tahun setelah sang nabi meninggal di masa kekalifahan Abbasiyah.

Tahap Lanjutan

Mulai membaca kitab Hadiths serta Sirah dan menemukan banyak sekali kebodohan, ketololan dan kejahatan di dalamnya. Sebagian besar bermotif politis dan bisa dipahami terutama setelah menyadari latar belakang penulisan Hadiths adalah di masa kekalifahan Abassiyah.

Tindak Lanjut: Mengambil sikap untuk murtad dari Islam mainstream dan menjadi Quranist atau sering disebut juga Anti-Hadiths.

Tahap Akhir

  1. Membaca Quran surat 111 tentang Sang Pencipta yang melaknat ciptaannya sendiri.
  2. Membaca Quran surat 9 tentang Sang Pencipta yang mendeklarasikan perang terhadap ciptaannya sendiri.
  3. Menyadari absurditas bahwa hanya ada 1 pencipta yang menciptakan segalanya namun mengklaim bahwa buku ciptaan-Nya hanya Al-Quran dan buku-buku lain direndahkan sebagai bukan ciptaan-Nya dan hanya ciptaan manusia. Sehingga sang Pencipta ternyata tidak menciptakan segalanya.
  4. Mengingat kembali fakta ternyata buku ini pun ditulis 15 tahun setelah Muhammad meninggal yang berarti Muhammad sendiri tidak pernah membacanya apalagi memberikan koreksi / konfirmasi terhadap isinya.
  5. Bertemu situs: https://www.earlychristianwritings.com/ tentang kitab-kitab kristen yang tidak diakui oleh gereja romawi dan menemukan kesamaan konsep-konsep, legenda dan cerita di dalam Quran dengan kisah yang tertulis di kitab-kitab tsb.
  6. Menyadari absurditas sang pencipta yang (katanya) lebih dekat dengan semua orang daripada urat nadi nya sendiri namun butuh untuk mempublikasikan (hanya) 1 buku, di timur tengah dan hanya dalam bahasa arab untuk menjangkau seluruh manusia di planet bumi dengan segala keragamannya dimana di Indonesia saja ada lebih dari 700 bahasa.
  7. Menyimpulkan bahwa kitab Quran ini jelas-jelas ditulis dan dikarang oleh manusia. Lebih tepatnya manusia-manusia timur tengah yang kemungkinan besar beraliran Yahudi-Kristiani (non Romawi) dan fasih dalam bahasa Arab.

Tindak Lanjut:
Memutuskan untuk murtad dari Quranist.
Bukan hal yang baru sebenarnya dicap sebagai murtad, karena sebagai Quranist pun sudah sering dilabeli "Murtad" oleh para penganut Islam mainstream karena tidak percaya / menolak Hadiths.

reddit.com
u/fajarsis02 — 6 days ago

Does This Correlate Well With L01?

If the label "One Infinite Creator" is used instead of "God".

u/fajarsis02 — 9 days ago

[Highway To Heaven and Hell] How Relatable Is This In Islam?

Hi Murtadin / Apostates of Islam.
This is from a 'neighboring sub' I'm curious about your opinion, how relatable is this with Islam?

From my view, very relatable but missing a very important point, sacrifice your life for heavenly reward. Oops it's already there on the right, 3 from the bottom..

u/fajarsis02 — 10 days ago

Demokratisasi Mata Uang

Saya ingin mendapatkan input dari sub ini dan membuka diskusi, apakah "demokratisasi pengelolaan mata uang" merupakan sesuatu yang dipandang bermanfaat dan positif.

Apa Itu Demokratisasi Mata Uang?

Saat ini seluruh kebijakan terkait Rupiah ditentukan oleh Bank Indonesia yang berkoordinasi dengan Pemerintah. Sehingga apabila nilai Rupiah tergerus seperti sekarang ini, pihak pemegang rupiah 100% cenderung menyalahkan BI dan Pemerintah.

Sehingga apabila tindakan-tindakan Bank Sentral (BI) seperti:

  1. Penentuan "BI Rate"
  2. Pencairan / Penggunaan Aset (Devisa) (Operasi Moneter Valas, Penjualan Valas/Emas)
  3. Pembelian Aset (Emas, US Treasury Notes, Valas, SBN/Utang Pemerintah)
  4. Peluncuran Instrumen (Repo, SBBI dll)
  5. Lainnya (Silahkan input)

Apabila ditentukan berdasarkan proposal dan voting dari "Pemegang Rupiah" akan bermanfaat?

"Hak Suara" tidak akan bersifat 1 man 1 vote tapi berdasarkan "Jumlah Rupiah yang Dipegang", semakin banyak rupiah yang dipegang semakin besar hak suaranya.
Pihak BI dan Pemerintah (Kemenkeu) mungkin akan mempunyai hak khusus, apakah sistem Veto atau porsi suara tertentu. Persyaratan lain silahkan didiskusikan apakah harus WNI atau Lembaga Hukum Indonesia (PT, Yayasan) atau WNA pemegang rupiah juga boleh.

Q: Rupiah yang dipegang dalam wujud apa?
Kita bisa diskusikan lebih lanjut.

Q: Apakah sudah ada Mata Uang Lain yang menerapkan seperti ini?
Tidak, setahu saya belum ada negara manapun yang menerapkan ini.
Ide ini sebetulnya terinspirasi dari Cardano, mata uang crypto yang menerapkan "Decentralized Governance". Selain Cardano ada juga Arbitrum dan Polkadot yang menerapkan hal serupa.

Q: Apakah Teknologi Sudah Memungkinkan Untuk Menerapkan Hal Ini Secara Efisien?
Menurut saya iya.

Atau apabila ada case study / research paper tentang topik serupa saya juga akan sangat berterima kasih.

EDIT: Dari feedback terimakasih ada yang mention UNIT mata uang yg masih dalam prototipe yg digagas oleh BRICS+. Info dibawah:
https://unitfoundation.org/

reddit.com
u/fajarsis02 — 1 month ago