What happened with Indonesian PHEV Market in 2026?

What happened with Indonesian PHEV Market in 2026?

On another post I actually downloaded Gaikindo's wholesale report for YTD Sept 2026 because I wanted to know the rank beyond the top 20, but then I started to be curious about another data... that is the overall PHEV market. Especially after I realized BYD M6 DM isn't even on the top 20 sales list.

As usual, I used the trusty AI to obtain more information about the PHEV industry, and while PHEV has seen some upticks, it really struggled to take off to the mainstream as it is still 1.5% of the entire wholesale unit sales.

https://preview.redd.it/rx922qc8qvuh1.png?width=1682&format=png&auto=webp&s=9755145521b79746a3221ca299ecfc3e341fad74

The uptick in June is contributed by BYD M6 DM, which recorded three consecutive months of over 1,000 sales. But then in September, the sales actually goes down as I guess most of the consumers that waited for the BYD M6 DM has already bought it.

So I asked AI to chart the top 10 PHEV cars that have the most wholesale unit sold so far. And a very interesting insights popped in.

https://preview.redd.it/sqshq0g6qvuh1.png?width=1720&format=png&auto=webp&s=cca726897eb0f36417023f1f76a2aa33ef562aab

- Chery Tiggo 8 CSH was the favorite PHEV so far and has dominated since 2025 for its affordable price. Until it gets beaten by BYD M6 DM because of the price and brand perception.

- Geely Starray EM-i failed to gain traction vs Chery Tiggo 8 CSH simply due to the fact that it is a 5-seater compared to 7-seater in Tiggo 8 CSH.

- Jetour T1 and T2 i-DM is actually taking steam recently, especially after its introduction in GIIAS 2026, recording hundreds of sales per month, signaling demand. They are heavily influenced by design of the car.

- Wuling Darion and Eksion initially gained traction, but recently has been pulled out since dealers are struggling to get customers to buy them. It's even lower than the JDM MPV trio in September, which are Honda Stepwgn, Nissan Serena, and Toyota Voxy, which recorded around 65, 30, and 66 respectively. (Though Darion and Eksion EV still sells well)

- Premium PHEV remains a niche as Lexus RX 450h+, BMW XM, and Volvo XC90 only sold a handful throughout 2026.

So why has PHEV stalled, even if price are becoming more affordable?

Well, there are several factors, and it's tied with the fact that Indonesians are still preferring the hybrid system (HEV) over PHEV.

  1. PHEV generally didn't provide the cost-saving people hoped for. The purchasing price is still generally higher than HEV, depreciation is also slightly worse for PHEV, tax are the same, and no odd-even advantage in Jakarta. This means the TOC for PHEV is slightly higher than HEV if depreciation for PHEV is worse.

  2. People don't have wall charger in general, and for those who do will opt for EV first. If you don't have wall charger, you're as good as getting a regular HEV system, as the efficiency is more or less the same. People who look for PHEV as their second car because they have EV already are still very small.

The conclusion is that if we want PHEV to grow, I think there has to be another government incentive to make it work. Our market is unique because used cars here are priced very generously, and this counterintuitively make people consider resell value over fuel efficiency. I mean the selling price of an Innova Zenix probably could cover more than a Chery Tiggo 9 CSH fuel savings if it depreciates worse.

And the only reason why Tiggo 8 CSH and BYD M6 DM sells as PHEV is because their resell value stays put most of the time. BYD is well known now as the Toyota of Chinese cars and, and Chery is a challenger on that.

-----

Anyway I enjoyed researching like this, so if you like a ranking chart like this, I probably will make more on HEV, ICE, and EV, and perhaps can go brand by brand, and category by category too if you like. I'm sorry I haven't updated Project Isetta yet, but I promise I will update it soon. Hongqi is coming, and I think there are one or two new models too that I should add. Thanks for reading!

reddit.com
u/iidxtricoro — 4 days ago

Konsultasi Pilihan Mobil Keluarga (Part 2)

Sebenarnya lanjutan dari reddit post ini dari tahun lalu yang entah kenapa gue masukin nya di subreddit besar lol (Original post here)

But now I came back with another proposition to be made by the end of year or early next year. Because I did not purchase any car at all.

Sekarang shortlistnya tinggal 2.

Candidate 1: Honda Stepwgn

https://preview.redd.it/8jp7imvcgbph1.png?width=800&format=png&auto=webp&s=c8abcdd8d3091a70b927b96381994f3389bcf66e

Awalnya belum tertarik karena waktu itu nyarinya Voxy used. Tapi setelah bertahan dalam bermain saham (walaupun belum capai target, thanks H1 2026 slump), sepertinya budget di sekitaran 550-600jt jadi attainable. Dibanding ketiga medium MPV yang ada (Toyota Voxy, Nissan Serena E-Power, atau Honda Stepwgn e:HEV), Honda yang paling menarik dari segi bentuk dan heritage.

https://preview.redd.it/f42ln4rkgbph1.png?width=700&format=png&auto=webp&s=b6a9380751dcd7d988e6334b196c21edda575e09

https://preview.redd.it/1qfof8y6hbph1.png?width=1000&format=png&auto=webp&s=0af7bb47681431b3deb06ef91df0ee875e1400d5

Design nya sangat JDM, banyak mobilnya di Jepang. Dan dia satu satunya yang hybrid parallel. Dan kalian juga tau lah trio MPV JDM ini semua punya bagasi sangat lega compared to Chinese cars (no offense, Darion), dan konfigurasi middle seat yang bisa di atur horizontal maupun vertical, sampai ujung pun bisa.

Candidate 2: BYD M9 DM-i

https://preview.redd.it/ir1q4gsegbph1.png?width=1200&format=png&auto=webp&s=3661e042be642ab3fd8af54c150ff43a91dc37f2

Sebenarnya alasan utama gak jadi beli mobil dulu tahun lalu karena mau nunggu mobil ini. Intinya kalau Denza itu Lexus LM, BYD M9 ini Toyota Alphardnya... ya ga sesimple itu sih karena chassis mobilnya gak share, dan konfigurasinya hanya PHEV. Semenjak BYD udah buka pabrik di Subang, membuka pintu untuk PHEV dapat harga yang agresif

Tapi ini ditunggu tunggu banget karena harganya yang harusnya sangat menarik, sekitar 60% dari Denza D9 kalau di luar negeri. Bahkan kalau BYD bisa harganya se agresif BYD M6 DM-i, bisa jadi harganya sama kayak trio MPV JDM. Apalagi ini PHEV, bisa di charge dan baterai nya ada jarak 150km WLTP. Kalau dalam kota anggap aja gak akan pernah pakai bensin nya. Terus dimensi nya juga jauh lebih besar, lebih ke arah Alphard malah, dan bagasi nya juga bisa luas ala Alphard. Dan seperti mobcin lainnya, teknologinya jauh lebih advanced, tapi menurut gue kebanyakan teknologi juga agak malesin sih.

https://preview.redd.it/eq8fiowhgbph1.png?width=387&format=png&auto=webp&s=20b50ff74fa5e4740fbb484845d377a1f9e4ed0c

Nah disini gue udah siapin pros dan cons (EDIT: Table broken, cons nya hilang...)

Model Pro
Honda Stepwgn e:HEV Dimensi compact, bisa setir sendiri. Bagasi besar. Design JDM. Honda Hybrid. Fun to Drive. Baterai tidak mahal kalau harus ganti. Honda mungkin terkenal depresiasi lebih ketahan. Ottoman seat. Jok tengah free to configure.
BYD M9 DM-i Mewah. Bagasi besar. Dapat "all new model". PHEV. Service center BYD mulai banyak. Ottoman seat. Teknologi jauh lebih banyak. Lebih nyaman untuk keluarga.

Sebenarnya disini tinggal satu si masalah nya. Karena untuk mobil keluarga saya lebih cari mobil yang bisa lebih menahan Total Ownership Cost nya (yaitu Harga Beli + Pajak + Biaya Jalan (bensin/listrik) + Maintenance - Ekspektasi Harga Jual), yang menjadi pertanyaan menentu adalah:

  • Apakah brand Honda benar bisa bertahan harganya? Bagaimana dengan Honda Stepwgn in particular, kalau berkaca dengan mobil mobil lama nya Honda?
  • Apakah BYD M9 juga bisa ketahan harganya? Bagaimana dengan M6 EV, apakah M6 bisa menjadi model yang anomali: Bisa mempertahankan harga jual sebagai bentuk EV?

Itu pertanyaan yang saat ini masih saya pikir pikir... semoga pada saat price reveal BYD M9, bisa lebih mantap memilih.

---------------------------------------
Assumed FAQ:
1. Kenapa PHEV? Karena saya sudah ada EV dan wall charger di rumah. Jadi cukup convenient ngecharge PHEV sehari harinya.

2. Kenapa gak Zenix Hybrid? Atau Chery Tiggo 8 CSH? Istri maunya MPV yang sliding door and I also kind of dig boxy MPV. If price is right, maybe bisa juga Tiggo 8 CSH, considering harga usednya cukup ketahan selama 1-2 tahun terakhir.

3. Kalau gitu kenapa gak Wuling Darion PHEV or EV aja? Versi PHEV masuk kandidat kalau Stepwgn gak dapat harga miring dan BYD M9 kemahalan. Sayangnya aja bagasinya tetap gak banyak kalau sudah dilipat kursi belakangnya. Versi EV cukup menarik, tapi lebih pengen ada mobil bensin 1 kalau mau jalan keluar kota.

4. PHEV apakah bisa saving banyak pengeluaran kalau dari sudut pandang TOC (Total Ownership Cost) dibanding HEV? Yes, slightly, but not massive. Kalau PHEV harganya 10% lebih mahal dari HEV, pajak nya juga 10% lebih mahal. Saving yang didapat di PHEV terguras dari pajak yang kamu bayar lebih banyak per tahun nya. Ya, ini sudah dalam konteks Pertamax 17.000. Bedanya comparison PHEV dan HEV gak gitu banyak ya karena PHEV tidak dapat insentif pajak. Dan kita belum tau depresiasi PHEV seperti gimana. Tapi kalau harga mobil PHEV dan HEV sama, PHEV jelas lebih unggul. I can make a separate post about this finding.

5. Gak consider Nissan Serena? Design nya paling kurang menarik dari 3 trio MPV JDM. Dan dari 3 brand tersebut, Nissan yang depresiasi nya cukup tinggi. Well, Serena e-Power so far sih depresiasinya ketahan ya, tapi fingers crossed.

6. Gak consider BYD M6 DM? Tertarik sih... Once again istri maunya sliding door. Tapi kalau if all else fail (let's say uang harus di sisihkan buat yang lain) masih bisa ambil M6 DM. But currently not the prime candidate. I will also acknowledge M6 DM itu pilihan yang paling baik kalau mau kejar PHEV technology dari segi TOC pastinya.

reddit.com
u/iidxtricoro — 1 month ago

BYD Scraps Plans To Build CKD Assembly Plant In Malaysia (Read Caption For More Context!)

TL;DR: BYD ga jadi bikin assembly plant sendiri di Malaysia, tapi akan gandeng local partner (semacam Handal nya Malaysia) untuk CKD disana.

Awalnya kirain bakal export dari Indonesia 😅 ternyata enga. Sementara ini plant Indonesia di Subang khusus untuk produksi untuk pasar domestik aja sampai ada nilai tambah yang CBU China tidak punya.

says.com
u/iidxtricoro — 1 month ago

Discussion: PHEV Lebih Unggul dibanding REEV

Dengan banyaknya mobil baru dengan teknologi REEV yang melanda ke Indonesia, mari kita diskusi apa itu REEV, kenapa bisa ada teknologi ini, apa yang membedakan dengan PHEV, dan kenapa menurut saya PHEV bisa lebih unggul dibanding REEV.

Di Indonesia sendiri, dari 22 PHEV yang sedang dijual di Indonesia, 3 dari 22 itu merupakan mobil REEV. Menurut database saya, 3 mobil itu adalah:

  1. iCar V27 REEV
  2. Chery J6T CSH
  3. Changan Deepal S05 REEV

REEV sendiri artinya adalah "Range Extender Electric Vehicle", dimana pada intinya, mobil REEV merupakan mobil listrik yang "range" nya dapat di "extend" menggunakan mesin berbasis bensin. Jadi tujuan satu satunya mesin didalam mobil adalah untuk memberikan charge terhadap baterai mobil agar mobil bisa melaju lebih jauh. Mobilnya sendiri bergerak HANYA menggunakan baterai, sehingga mesin tidak digunakan untuk mengerak roda.

Berbeda dengan PHEV, walaupun input nya sama: bisa isi bensin dan charge baterai listrik, mobil PHEV "Plug-in Electric Vehicle", kedua sumber energi dapat menggerakan roda, mau itu baterai ataupun mesin.

Sumber: https://www.mekanika.com.my/reev-vs-phev-kenapa-dua-sistem-ni-tak-sama/

Nah, kalau misalya inputnya sama, kenapa harus ada sistem yang berbeda? Kita harus lihat dalam dua sudut pandang.

  1. Sudut pandang pertama: Mobil bensin yang ingin elektrifikasi. PHEV lahir karena merek-merek mobil ingin menjadi elektrifikasi. Mereka sudah ada pengalaman membuat arsitektur mobil bensin, makan disini caranya adalah untuk membuat mobil bensin ini ditambah baterai. Dimulai dari HEV, alias "Hybrid Electric Vehicle", dimana baterai digunakan untuk membantu menggerak roda, namun mesin masih menjadi utama. Baterai pun tidak bisa di charge di SPKLU. Ditambah dengan fitur charge dan memperbesar baterai, jadilah PHEV.
  2. Sudut pandang kedua: Mobil listrik yang ingin perbesar jarak tempuh. Di sisi lain, ada produsen mobil (khusus nya China) yang sudah pengalaman membuat EV. Mereka arsitekturnya memang dirancang khusus untuk membuat EV dan penambahan mesin hanya sebuah afterthought. Untuk produsen EV seperti ini yang akhirnya mereka tambahkan mesin untuk bisa mengisi ulang dalam sendirinya. Mereka bisa menambah pangsa pasar untuk pasar yang belum punya banyak SPKLU.

Jadi semua produsen mobil dapat berkompetisi dari sisi PHEV/REEV ini, dimana PHEV datang dari produsen mobil yang sebelum nya membuat mesin konvensional, dan REEV ini datang dari produsen mobil dengan arsitektur full listrik.

Sebelumnya ada plus dan minus untuk setiap penggerak. Mobil bensin memang boros kalau digunakan dalam kemacetan karena mesin harus selalu bergerak walaupun tidak jalan, tapi mereka cukup irit jika digunakan dalam kecepatan tinggi seperti di tol. Sebaliknya, untuk mobil listrik, mereka tergolong sangat irit digunakan dalam kemacetan, namun energi digunakan jauh lebih banyak per kilometer untuk menggerakan mobil dalam kecepatan tinggi.

Disini jelas kalau REEV, karena hanya menggunakan baterai untuk menggerak mobil, akan menjadi tidak ideal untuk kecepatan tinggi, karena mereka akan menjadi sangat boros. Sedangkan PHEV dapat berubah secara pintar antara penggerak baterai ataupun mesin bensin nya. Dimana untuk kemacetan, dapat menggunakan baterai listrik, dan dalam kecepatan tinggi, bisa pindah ke mesin agar dapat keiritan nya, sekaligus bisa melakukan pengisian daya baterai.

--------------------------

Fun Fact: Salah satu REEV pertama dilakukan oleh BMW i3 pada tahun 2013 di Eropa. Baterai pada saat itu hanya bisa digunakan selama 72km dan menggunakan mesin 2 silinder untuk pengisian baterai.

reddit.com
u/iidxtricoro — 1 month ago
▲ 16 r/finansial+1 crossposts

Panduan Pembayaran Gadget Flagship - Apple / Samsung / Oppo / Vivo / Xiaomi

Kebetulan sudah masuk musim trimester ketiga tahun 2026, ada banyak gadget yang sudah atau akan keluar di season-season ini. Gue sendiri juga penggemar gadget selama lebih dari 17 tahun sejak SMA sampai sekarang. Koleksi gadget dari matengin BlackBerry apa yang sebaiknya di beli, dan iPhone 4 upgrade nya apa aja dibanding iPhone 3GS.

Nah, Gue dari dulu selalu belinya barang international, karena as we all know, beli di toko di distributor resmi selalu lebih mahal dan berasa gak "worth it" sama sekali. Karena aliran gue Apple, gue selalu beli di Singapore pada saat itu, karena selalu lebih murah 10-20% (atau dalam pandangan gue, di Indo sekitar 12.5-25% lebih mahal dibanding harga benchmark USA), belum lagi ada tax refund.

Sampai pada tahun 2019 akhir, akhirnya pemerintah mulai implementasi sistem IMEI, yang pada akhirnya ditutuplah gerbang beli smartphone international, kecuali bayar bea cukai yang cukup mahal itu. iPhone 11 Pro was my last "international" phone.

Mungkin juga karena gue sudah mulai kerja, sudah bisa beli smartphone sendiri, akhirnya mendalami bagaimana cara kurangi harga "premium" macem iBox/Digimap yang paling oke. Dan ternyata gue discover cukup telat bahwa di iBox / Digimap / Samsung / Oppo / Vivo / Xiaomi suka ada promosi bank dimana bisa cicilan 0% tanpa biaya tambahan apapun. Lumayan jadi gak perlu bayar semua nya upfront, sisanya bisa di investasi kecil kecilan untuk dapat penghasilan tambahan sebelum dipakai untuk bayar.

Dan kalau lagi launch day, suka ada juga tuh yang namanya cashback 1 bulan cicilan. Lebih bagus lagi.

Nah disini, karena mungkin gak banyak yang mengetahui, gue mau buat panduan nya untuk kalian mendapatkan value paling baik. Karena gak semua cicilan itu merusak tabungan, asalkan bunga nya 0%. Kalau bunga 0%, bebas cicilan mau selama mungkin tidak masalah, bukan karena mepet, tapi karena kalian masih bisa pegang cash untuk di investasikan.

DISCLAIMER: Disini gue SANGAT TIDAK MENYARANKAN untuk mengambil cicilan 0% pun kalau kalian tidak ada HARD AND LIQUID CASH untuk beli dengan harga full. Intinya kalian cicil tapi memang kalian mampu bayar.

Ok mari kita bahas.

Tier list skema cicilan diurut dari paling baik ke paling buruk.

Tier pertama adalah "Installment 0% interest with cashback". Ini biasanya promo bank yang mungkin jalan pada saat launching atau ada event tertentu. Sifatnya limited time dan biasanya terbatas quota per bank per distributor, jadi semua toko dalam satu distributor itu kuota nya shared. Misal, kalau sudah ada 100 yang redeem, seluruh toko tidak bisa kasih lagi karena sudah habis. Disini bank akan menyerap "margin" mereka agar kita bisa lebih loyal dalam ekosistem kartu kredit mereka, dan kalian akan mendapatkan diskon 8.33%. Lumayan buat barang yang baru launch.

Yang paling baik adalah pilihlah tenor serendah mungkin, maka cashback nya juga lebih tinggi, seperti di tabel di atas. Sangat jarang bank kasih 12 bulan. Biasanya yang dikasih adalah 18 dan 24 bulan, dimana cashback per bulan nya lebih sedikit. Dari pengalaman, dulu iPhone 16 istri gue pakai CC Jenius di iBox, dapat 12 bulan 0% dengan cash back 1 bulan. Untungnya quotanya belum habis.

Tier kedua adalah "Installment 0% interest". Sama, ini juga promo bank, namun biasanya akan selalu berjalan dan tidak ada batas waktu. Disini kalian harus cermat, karena setiap distributor punya bank partnernya beda beda. Ada yang terima tenor tertentu, ada yang tidak terima. Misalnya Bank CIMB Niaga cuma bisa cicilan 0% 12 bulan di iBox, sedangkan di Digimap pakai Bank CIMB Niaga bisa 0% 24 bulan.

Jadi kalian harus tanya tanya ke toko, bank apa aja yang bisa melakukan cicilan 24 bulan. Noted kalian bisa cek di website masing masing, tapi partner bank di toko dan di retail bisa beda. Tapi biasanya selama distributornya sama, iBox Lippo Mal Puri dan iBox Senayan City harusnya bank partnernya sama.

Yang paling baik disini adalah carilah pilihan tenor selama mungkin. Kenapa 24 bulan? Bukan nya kalian kepepet, tapi kalian bisa menggunakan sisa modal ini untuk di masukkan ke deposito dan memberikan kalian bunga. Atau untuk investasi lainnya.

Dan tier ketiga adalah "Installment". Disini semua toko pasti menyediakan layanan pembayaran dengan kartu kredit apapun. Tapi yang tidak partner dengan toko, akan dikenakan biaya bunga per bulan. Tergantung banknya, dari 0.5% s/d 1.5% per bulan. Di ilustrasi gue masukin 1% aja agar netral.

Hasilnya sangat merugikan, karena kalian harus tombok tambahan nya itu tiap bulan. artinya cicilan dengan tenor 1 tahun kalian harus bayar 12% lebih mahal, dan 2 tahun bisa 24% lebih mahal. Hindari ini (3 bulan pun juga dihindari) kalau memang tidak membutuhkan sekali.

Sebenarnya ada tier terakhir yang tidak dimasuki kesini, yaitu "PayLater". Lebih aksesibel lagi karena PayLater mengambil nasabah yang tidak punya kartu kredit tapi tetap mau pinjam... Ya ini opsi paling buruk, karena bunga per bulan nya adalah 2.5 - 3%. Anggaplah 3%, maka dalam 1 tahun kalian harus bayar 36% lebih mahal, dan kalau 2 tahun bisa 72% lebih mahal. Woww... Sebaiknya kalian hindari ini, better stick to things you can afford daripada memaksa beli seperti ini.

Jadi secara singkat, carilah toko yang bisa memberikan cashback dalam cicilan 0% dengan tenor sekecil mungkin. Kalau tidak ada, kalian bisa cicil dengan tenor selama mungkin karena overall harganya sama. Hindari bunga kalau bisa. Sekian dan terima kasih.

Selamat hunting Galaxy Z Fold 8, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Ultra :D

reddit.com
u/iidxtricoro — 1 month ago

Akhirnya pabrik nya BYD meluncur guys

One more step closer to make a CKD version of BYD M9 DM-i, I can feel it. Killing Voxy and Zenix in one stone lol

u/iidxtricoro — 1 month ago

Alasan Pabrikan Jepang Kerjasama dengan China untuk membangun EV

Pasti ada aja yang bertanya, kenapa produsen mobil Jepang pada saat bikin EV, akhirnya bekerja sama dengan produsen mobil China?

Gampangnya karena secara teknologi dan infrastruktur produsen Jepang sudah kalah dengan China. China bisa membuat mobil dengan teknologi dan performa jauh lebih baik dengan harga yang lebih bersahabat.

Walaupun demikian, ada beberapa contoh mobil EV Jepang mencoba untuk penetrasi pasar, namun hampir semua gagal, dengan pengecualian beberapa model saja, to be revealed later.

Ada contoh yang paling terlihat di Indonesia, yaitu Mazda MX-30 dan Mazda 6e, keduanya dalam satu brand. Berikut spec yang diketahui di Indonesia:

Source: https://project-isetta.github.io/indonesia-auto-database/ (data sudah verified)

Tidak ada satu pun spek MX-30 yang lebih unggul dibanding 6e (selain tinggi nya, tapi itu pun by design). Yang paling terlihat adalah motor dan baterai listrik, dimana dengan harga yang sama dapat performa dan range yang jauh lebih unggul.

Untuk harga, kedua nya CBU, dan tidak mendapatkan insentif pajak, jadi tidak bisa di argumentasi bahwa Mazda 6e ini mendapatkan insentif sedangkan MX-30 tidak dapat. Dan harganya, bisa sama, bahkan lebih murah 10 juta untuk Mazda 6e.

Secara komersil, memang lebih baik kerjasama dengan pabrikan China, seperti Mazda 6e ini yang basisnya diambil dari Changan SL03. Dan Mazda bukan satu satunya yang melakukan ini.

https://preview.redd.it/vfjhmufmbukh1.png?width=4808&format=png&auto=webp&s=dc9f5c491d03135ff644447b96e6e9b94e8c78a8

Mobil seperti Toyota bZ3X yang diambil basisnya dari Aion V juga melakukan pendekatan seperti demikian.

Mungkin masih agak beda kalau kita compare dengan mobil bensin dan hybrid, dimana mobil Jepang biasanya masih lebih unggul. Namun untuk New Energy Vehicle (PHEV, EV) yang lebih mementingkan motor dan baterai, produsen China memang jauh lebih unggul. Model seperti Mazda MX-30, Suzuki e-Vitara, Honda Super One, Lexus UX300e, dan Nissan Leaf yang dijual di Indonesia sepertinya tidak ada keunggulan namun dijual dengan harga yang jauh lebih mahal. Ya, mungkin aja karena sifatnya mereka CBU Jepang dan tidak mendapatkan insentif pajak.

Mazda 6e

Namun, perlu diakui bahwa brand seperti Toyota (dan Lexus secara gak langsung) dapat dikategorikan cukup mampu untuk bersaing dengan standar internasional. Seperti EV Toyota yang baru baru ini seperti bZ4X, bZ4X Touring, Lexus RZ 450e, dan Lexus ES350e, walaupun mahal, tapi harga cukup bersaing dengan posisinya mereka sekarang. EV Toyota mendapatkan insentif pajak karena CKD, dan EV Lexus lebih tepatnya bersaing dengan EV Eropa yang juga dikatakan cukup mahal.

Kira kira gambaran nya seperti itu untuk observasi kali ini.

Oh iya, shameless plug, untuk website EV dan PHEV database di Indonesia, sudah saya update dari semua pengumuman yang dilakukan di GIIAS, jadi seharusnya sudah ada semua. Coba di cek lagi. Dan sekali lagi, sebuah disclaimer bahwa data scraping dilakukan via AI (gak mampu buat dan verifikasi sendiri karena saya pun ada full-time job). Jadi saat ini hanya untuk referensi viewer dan belum dapat dikategorikan sebagai data reliable. Kalau ada feedback seperti data salah, boleh di berikan feedback ya, karena ada feedback form juga di sana.

https://project-isetta.github.io/indonesia-auto-database/

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1WUZdKXS6owPmdaRPF7AGf6nQn044Sd5X/edit?gid=1556880113#gid=1556880113

reddit.com
u/iidxtricoro — 2 months ago

Preview: MG G50 PHEV - Launching di Filipina, harganya sangat bersahabat, lebih murah dari Darion

Basisnya sih katanya dari Maxus Mifa 5, sedangkan yang di jual di Indonesia saat ini hanya Mifa 7 dan Mifa 9. Mifa 5 sendiri sih modelnya sudah ada sejak 2022, tapi belum lama di facelift. Apakah bakal lebih murah dari Darion PHEV? Mungkin saja, bisa jadi pertempuran yang cukup sengit di MPV PHEV, considering BYD pun juga sudah ada lineup release BYD M9 PHEV juga. Tinggal semua untuk tunggu CKD, bisa jual harga bersaing di Indonesia.

Jujur, di rebadge dan fascia di redesign jadi versi MG sih... cakep juga ternyata. Lebih bagus daripada Darion sekalipun.

youtube.com
u/iidxtricoro — 2 months ago

Umur popularitas mobil EV di Indonesia kebanyakan hanya 1 tahun (kecuali satu)

Sebuah thesis pribadi: Umur popularitas mobil EV di Indonesia kebanyakan hanya 1 tahun (kecuali satu)

Kelihatan nya karena cepat perkembangan teknologi dan naturenya mobil China sendiri yang sangat sangat SANGAT kompetitif, maka EV biasanya hanya populer dan relevan dalam kurun waktu maksimal 1 tahun saja. Alasan ada beberapa hal, dari persaingan yang memberikan mobil lebih baik, teknologi lebih baik, atau harga lebih rendah, dan sebagainya. Sebenarnya list ini apply untuk semua mobil, cuma mobil China lah yang memulai trend nya.

  1. Hyundai Ioniq dan Kona: 2020 - 2021 (1.5 tahun lah)

  2. Hyundai Ioniq 5: Maret 2022 - Pertengahan 2023 (1 tahun lebih)

  3. Wuling Air EV: Agustus 2022 - 2023 (1 tahun)

  4. BMW iX: 2023 - 2024 (1 tahun)

  5. Neta V (rest in peace): 2023 - 2024 (1 tahun)

  6. Wuling Binguo: 2023 - 2024 (1 tahun)

  7. Chery Omoda E5: Jan 2024 - Des 2024 (1 tahun)

  8. BYD Seal: Jan 2024 - Jan 2025 (1 tahun)

  9. Wuling Cloud / Aion Y Plus: Jul 2024 - Jan 2025 (kurang dari 1 tahun)

  10. BYD M6: Agustus 2024 - skrg (satu satunya anomali)

  11. BYD Sealion 7: Jan - Des 2025 (1 tahun)

  12. Denza D9: Jan - Des 2025 (1 tahun)

  13. Geely EX5 / Aion V: Feb - Jun 2025 (1 tahun lebih dikit)

  14. BYD Atto 1: Agustus 2025 - Agustus 2026 (1 tahun, expected)

  15. Xpeng X9: Agustus 2025 - Agustus 2026 (1 tahun expected?)

  16. Wuling Darion EV: Nov 2025 - skrg

  17. Geely EX2: Januari 2026 - skrg

  18. Jaecoo J5: February 2026 - skrg

  19. Wuling Aira: Agustus 2026 - skrg (expected)

  20. Chery Q: Agustus 2026 - skrg (expected)

Entah kenapa BYD M6 ini kelihatan nya satu satunya anomali, karena seperti Innova/Avanza karakternya jual MPV 7-seater, yaitu formula yang sangat unik di Indonesia. Market seperti ini ingin reliability dan dealer network yang signifikan, dan saat ini hanya BYD yang reputasinya bagus untuk posisi mereka seperti ini. Challengernya sepertinya hanya Wuling Darion, dimana Wuling udah cukup menjamur dealer nya di pelosok daerah. Kalau Aletra atau Polytron rasanya masih susah saing dari sisi dealership dan reliability.

reddit.com
u/iidxtricoro — 2 months ago

GIIAS Day 0 Recap

Day 0 sudah selesai, dan ini semua mobil yang di announce pada saat ini. Mungkin akan di tambah pada saat GIIAS berjalan, karena beberapa price reveal dilakukan di lain hari. Ini juga sekalian untuk tambahin ke database Project Isetta 😅

Source utama dari ber.kendara, info tambahan dari media external. Gue sendiri bukan orang media jadi gak ada access ke acara ginian.

- Model Baru / Facelift? -> Untuk cek apakah ini existing model atau model baru yang dipasarkan.

- Debut di GIIAS? -> First reveal di GIIAS atau sudah pernah di introduce sebelumnya? Kalau hanya teaser, masih masuk sebagai "Ya". Kalau sudah dikenalkan wujudnya tanpa reveal harga, masuk sebagai "Tidak".

- Harga launching. Tidak termasuk harga GIIAS, tapi termasuk harga "x customer pertama".

- Type: Either ICE, HEV, PHEV, atau BEV. Biar gampang, PHEV include REEV. I don't know why they want to differentiate but if it has battery, can charge, and has fuel tank and engine, it's PHEV. If it has battery, CANNOT charge, has fuel tank and engine, it's HEV. ICE include petrol and diesel. Mild hybrid is ICE, not HEV, sorry Suzuki, better luck next time.

Mobil Model Baru / Facelift Debut di GIIAS? Type Harga
Mazda 6e Ya Ya BEV 850.000.000
Mazda CX-5 Ya Ya ICE 599.000.000
Mazda CX-30 CKD Tidak Ya ICE 499.000.000
Chery J6T CSH Tidak Ya PHEV
Kia Seltos - Trendy Ya Ya ICE 359.000.000
Kia Seltos - Prestige Ya Ya ICE 417.000.000
Kita Seltos - GT Line Ya Ya ICE 469.000.000
Kia Carens Ya Ya ICE
Toyota Land Cruiser LC300 VX.R HEV Tidak Ya HEV 2.716.000.000
Toyota Land Cruiser LC300 GR-S HEV Tidak Ya HEV 2.816.000.000
Toyota Land Cruiser FJ Ya Ya ICE
Toyota bZ4X Touring Ya Ya BEV 889.000.000
Geely Coolray - Standard Ya Tidak ICE 333.000.000
Geely Coolray - Flagship Ya Tidak ICE 377.000.000
BAIC T1 Ya Tidak BEV 373.000.000
Lexus ES 350h Luxury Ya Ya HEV 1.299.000.000
Lexus ES 350e Luxury Ya Ya BEV 1.480.000.000
Suzuki XL7 - New Zeta MT Ya Tidak ICE 274.300.000
Suzuki XL7 - New Zeta AT Ya Tidak ICE 285.300.000
Suzuki XL7 - New Beta MT Ya Tidak ICE 301.900.000
Suzuki XL7 - New Beta AT Ya Tidak ICE 312.900.000
Suzuki XL7 - New Alpha Hybrid AT Ya Tidak ICE 327.700.000
Wuling Aira - Standard Range Ya Ya BEV 155.000.000
Wuling Aira - Long Range Ya Ya BEV 175.000.000
Hyundai Ioniq 3 Ya Ya BEV
Hyundai Ioniq 9 Ya Ya BEV 1.490.000.000
Hyundai Staria Electric Tidak Ya BEV
Hyundai Stargazer Trend MT Tidak Tidak ICE 241.400.000
Hyundai Neira Ya Ya BEV
Jetour T2 i-DM Ya Ya PHEV 688.000.000
Subaru Outback Ya Ya ICE 1.025.000.000
GWM Tank 300 Tidak Ya ICE 699.000.000
GWM Tank 500 Tidak Ya ICE 925.000.000
GWM Ora 05 Ya Ya BEV
BYD Seal - Lavender Grey Tidak Ya BEV 869.000.000
BYD Sealion 7 - Lavender Grey Tidak Ya BEV 879.000.000
BYD M6 EV CKD Tidak Ya BEV 395.000.000
Omoda O4 Ya Tidak BEV
Mercedes AMG GT63 Pro Tidak Ya ICE 9.300.000.000
Mercedes GLC 200 4MATIC AMG Line TIdak Ya ICE 1.390.000.000
Changan Nevo Q05 Pro Ya Ya BEV 309.000.000
Changan Nevo Q05 Max Ya Ya BEV 359.000.000
DFSK E5 Plus Ya Ya PHEV 499.000.000
Honda Super One (Price New Day 7) Ya Tidak BEV 438.000.000
Lepas E4 EV Ya Ya BEV 339.000.000
MG ZS Hybrid - Ignite Ya Ya HEV 299.900.000
MG ZS Hybrid - Magnify Ya Ya HEV 329.900.000
BMW iX3 50 xDrive Ya Ya BEV 2.270.000.000
Nissan Fairlady Z Ya Ya ICE
iCar V27 Ya Ya PHEV
Ford Everest Platinum 3.0 V6 Ya Ya ICE 1.295.000.000
Leapmotor B10 Ya Tidak BEV 449.000.000
Chery Q - Pure (New Day 2) Ya Tidak BEV 239.900.000
Chery Q - Rizz (New Day 2) Ya Tidak BEV 259.900.000
Audi Q5 (New Day 7) Ya Ya ICE 1.725.000.000
reddit.com
u/iidxtricoro — 3 months ago

The grass is greener on the other side: Geely Coolray harganya lebih murah dibanding Proton X50

Granted, Coolray disini dapat pre-facelift, sedangkan X50 dan Coolray di pasar lainnya sudah facelift. Not sure why they do this aside from "buang stok"

u/iidxtricoro — 3 months ago

Indonesian Stocks Set for Bull Market as Sentiment Improves

A rally in Indonesian stocks put the nation’s benchmark index on track for a bull market, helped by an investor rotation into laggards as well as a recent credit-rating announcement.

The Jakarta Composite Index climbed as much as 1.5% on Thursday, extending gains since its early June low to 20%. Commodity heavyweights PT Amman Mineral Internasional and PT Barito Renewables Energy were the biggest contributors to the gauge’s advance.
Sentiment is on the mend in the world’s worst-performing stock market this year, as an earlier drop in oil prices, Bank Indonesia’s cumulative 50-basis-point interest-rate hikes in Juneand S&P Global Ratings’s decision to maintain the nation’s rating and outlook helped stabilize markets.

“My view is the June 8 low will hold, as the market is increasingly pricing in stabilization rather than deterioration now,” said Mohit Mirpuri, a partner at SGMC Capital Pte in Singapore.

Still, because Indonesia remains an under-owned market, “the cost of being wrong by waiting for the recovery has now become greater than the cost of being selectively early,” he added.

Traders say that a large part of the rally has been driven by government efforts to shore up confidence across Indonesia’s struggling capital markets. Bank Indonesia unexpectedlyheld its benchmark rate at 5.75% on Wednesday and unveiled a range of incentives aimed at attracting inflows and supporting the rupiah. Meanwhile, officials have stepped up fiscal discipline efforts, including scaling back the country’s ambitious free lunch program.

The rupiah strengthened by more than 1% on Thursday from its record low in early June, while the 10-year government bond yield slid more than 10 basis points from three-year highs reached later that month. Up 14% this month, the JCI has topped global benchmarks.
Still, questions remain over the sustainability of the rebound. Despite the recent rally, the benchmark is still down some 26% this year as worries about market transparency and the direction of President Prabowo Subianto’s economic agenda persist. MSCI Inc. will still need to make a final call on whether to downgrade the nation’s equities to frontier status in November, as does S&P Dow Jones Indices, which has also signaled a possible reclassification.

Fund flows suggest global money managers remain cautious. Foreigners continue to be net sellers of the country’s stocks on a daily, weekly, monthly and annual basis. While they’ve pulled $161 million this month, selling has eased from June’s more than $1 billion in outflows.

The market has yet to price in reform measures to stave off any downgrades, with underweight positions from long-only investors “quite huge,” Rajiv Batra, JPMorgan Chase & Co.’s co-head for global emerging markets equity strategy, said in an interview with Bloomberg TV.
Once they start pricing in that Indonesia will remain in the emerging-markets benchmark, and MSCI signs off on what policymakers have done, “I think the inflows will start coming back to Indonesia, and the rally will become much more sustainable for Indonesian equities,” he added.

bloomberg.com
u/iidxtricoro — 3 months ago

Introducing Project Isetta - Car database in Indonesia, compare and contrast, and find insights to help you make your purchase decision

Hi all, I'm back again with the updates on the database.

Having taken several feedback from you guys and having fun playing with *cough* agentic *cough* coding, I'm ready to present to you with the first version of the database platform.

Introducing Project Isetta - https://project-isetta.github.io/indonesia-auto-database/

Project Isetta - A name based on BMW Isetta, a car model that saves the company post WWII.

I have linked the database based on the Google Sheets I made in my previous post and make it more user-friendly so that anyone can access and find great information. If you still want to see the Google Sheets, you can still access it by clicking "Data Source". That's where I update the database.

Right now it is still EV only, but I plan to add PHEV into the mix later on.

On the site, you can sort it based on Country of Origin and Parent Brand (China, Europe, etc), as well as Car Category (SUV, MPV, etc). You can also search it on the search bar. If you click on a certain car, you can get the pricing, variant, and spec of each car. Tick the box on the left, you bring the car to the comparison table, to which you can compare and contrast the car's specs, dimension, price, etc. The database is highly local so you can find data no other general list can offer you.

If you have any feedback, you can click submit feedback so that I can continue improving the platform.

That is about it for the platform. I then want to share some roadmap I'm planning to do.

  1. I want to add "harga promo" to the pricing, because some pricing on this may not actually reflect the current market price. (Contoh MG4 harga masih IDR 400 jt, tapi di luar sana sales pada jual di IDR 295 jt). This may not be a publicly known pricing (like how BMW sales likes to do), so I may need some crowdsourced information to which you can submit feedback to me on the platform.

  2. I will add PHEV into the platform once EV specs are satisfactory.

  3. I want to add the number of facelift the current model have.

  4. Once I have enough data (maybe 1-2 years time), I will also display pricing history so that we can track how the pricing evolves over time. This can be per car basis, per category basis too.

This is a hobby project I have, if it has enough popularity, I want to continue updating this on a regular basis. I will update the database monthly, and this month will be going to be busy as lots of car makers are going to reveal new models in GIIAS. Excited to see what's next.

Enjoy!

reddit.com
u/iidxtricoro — 3 months ago

Barang international apa yang lebih murah di beli di Indonesia?

Dulu biasanya barang barang import atau international lebih mahal dibeli di Indonesia dibanding di luar negeri. Contoh kayak iPhone atau tas Coach, pasti di US atau Jepang bisa lebih murah.

Tapi akhir akhir ini, dengan maraknya produk Made in China dan Tarif Trump, barang international banyak yang mengalami kenaikan harga di luar, tapi di Indonesia harganya tetap masih bisa terjaga.

Lalu juga untuk software, pricing adjustment di Indonesia bisa juga lebih murah karena daya beli di Indonesia harganya belum setinggi negara lainnya, makanya service seperti Disney+, Spotify, dll, bisa lebih murah di Indonesia dibanding di Eropa atau Amerika. GTA 6 aja harga nya bisa lebih murah beli di Indonesia, sehingga banyak orang luar bikin akun Indonesia untuk beli harga "lebih murah".

Kira kira barang apa yang saat ini lebih murah beli di Indonesia? Lebih diprioritaskan hardware dibanding software karena software sudah jelas alasan nya, dan gak ada biaya logistik lainnya.

I go first:

  1. Sony WH-1000XM6. Di Amazon US in general harganya masih $400 keatas (IDR 7.2 juta). Di Jepang dijual JPY 59000 (IDR 6.6 juta). Tapi di Indonesia harganya bisa turun di Shopee sekitar IDR 5.5 juta sebelum promo.
  2. Anker Laptop Power Bank (25k mAh, 165W total output), di US masih di jual $100 (IDR 1.8 juta), di Jepang di JPY 15000 (IDR 1.65 juta). Heck, di China pun harganya RMB 500 (IDR 1.3 juta). Di Indonesia comfortably di IDR 1 juta. Mungkin juga karena manufacturing nya di China, jadi harganya lebih ketahan di banding dijual di USA.
reddit.com
u/iidxtricoro — 3 months ago

Visualizing the EV database that are being sold in Indonesia

Hey I'm back, just wanting to share the mockup of the next stage of my EV database Excel I made months ago.

I tried to group the cars by their ultimate parent (so Jaecoo and iCar sits with Chery) and try to map it out visually with the help of AI. I do not group it based on ATPM, so Maxus is part of SAIC, not Indomobil.

This is the result: https://claude.ai/public/artifacts/ff167b04-88b5-462b-b5ca-8c35f2845094

General Interface

So far, out of 96 models currently being sold, there are being sold by 42 brands from 26 parent companies. 51% of the models are Chinese based.

Moving forward, I'll just refine this functionally, then perhaps I can design this out so that it doesn't look like AI-generated interface. But feel free to explore and perhaps you can also give some comments on what to improve.

I'm aiming to update this monthly along with the Excel, so that this database can be kept up to date and eventually we can trace the price adjustment too. I also want to implement "harga promo" too as some OTR here doesn't reflect the current market price (e.g. MG4 promo price sits long-term at IDR 295 jt, while the official price is still at IDR 405 jt)

Anyway, enjoy!

reddit.com
u/iidxtricoro — 3 months ago

Good list of Chinese brands have an assembly line here and which model are made from where

Interesting fact:

  1. BYD baru bikin Atto 1 and M6 DM di pabrik mereka. Sisanya masih stock CBU China.
  2. Wuling and MG both buat semua EV nya di sini
  3. Semua brand yang ikut Indomobil assembly sama mereka
  4. Chery Group (include Jaecoo Jetour Lepas iCar) take over semua plant 1 Handal
instagram.com
u/iidxtricoro — 3 months ago

JUNE UPDATE: List EV and PHEV in Indonesia

Came back to update the list for the month.

Here are the updates:
- Added Leapmotor B10 on EV section (no pricing yet, launching soon)
- Added Jetour T1, DFSK E5 Plus, and iCar V27 on PHEV section
- Added ATPM and other powertrain column if available.
- Refine more info, including official pricing and spec of BYD M6 DM

Will come back with monthly updates to keep this sheet up to date. I also put the older list so we can track any pricing or model changes in the future!

Feedback is always welcome. Feel free to drop in the comments as I'm tackling the little things to make it as accurate as ever.

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1WUZdKXS6owPmdaRPF7AGf6nQn044Sd5X/edit?usp=drivesdk&ouid=108991001069365256060&rtpof=true&sd=true

u/iidxtricoro — 4 months ago

Gue compile semua EV dan PHEV yang saat ini dijual di Indonesia (UPDATED)

Hi all, sudah 2 tahun sejak gue bikin list EV di Indonesia. Terakhir sempat buat di tahun 2024, dimana EV pada saat itu masih belum banyak. Waktu itu masih sekitar 20an EV yang bisa di beli, dan dulu tujuan nya gue bikin list ini buat diri sendiri agar bisa lebih mantap beli EV.

2 tahun setelah itu, setelah gerbang tax exemption dibuka, langsung kebanjiran banyak brand China baru yang serbu masuk ke Indonesia. Gak nyangka, dalam waktu 2 tahun, model yang dulunya cuma 20an sekarang sudah berubah menjadi 90 model. Yes. Dalam 2 tahun saja sudah tambah 70 model baru. Dulu EV China baru masuk Wuling, MG, Neta, sedangkan BYD, Aion, dan Chery baru saja masuk. Saat ini sudah banyak pemain. Dari Geely, Xpeng, dan semua sub-brand Chery langsung serbu kirim masuk model model mereka. No wonder mereka semua perang harga.

Untuk motivasi pribadi lagi, sekarang gue lagi nyari PHEV buat mobil keluarga. Habis liat harga bensin naik segitu, mungkin sebaiknya cari yang hybrid. Dan sejak sudah ada wall charger dirumah, niatnya jadi lebih ke PHEV. Sekarang sudah mulai rame seleksi PHEV di Indonesia, apalagi pabrikan China yang CKD nya sudah beroperasi. Lumayan, kalau CKD harga nya langsung turun signifikan, seperti Wuling Darion, Eksion, dan BYD M6.

Mungkin dengan ini, dan sudah mendukungnya program pemerintah untuk type PHEV, mungkin bakal lebih banyak lagi nanti dari pabrikan negara lain, especially Eropa, kayak BMW, Mercedes Benz, dll, yang sudah ada existing model di luar negeri seperti 330e.

Anyway, enjoy. Let me know if I miss anything, or if there is some information that is wrong. Gue buat ini setengah research sendiri setengah di tolong AI, jadi pastinya ada error error sedikit.

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1WUZdKXS6owPmdaRPF7AGf6nQn044Sd5X/edit?usp=sharing&ouid=108991001069365256060&rtpof=true&sd=true

EDIT: Sejak ada AI, mungkin gue akan update ini tiap bulan. Jadi kalau ada mobil baru lagi, akan di update disini. Heck, kalau bisa, nanti ini mau gue sulap jadi web app biar lebih user friendly di lihat.

u/iidxtricoro — 5 months ago