How bad is this plan?
Basically, gw mau keluarin 75% dari semua duit gw (diluar dana darurat) untuk sebuah hobi yang sudah dipunya dari kecil tapi ga kesampaian, dengan kondisi tidak ada tanggungan apapun.
Gw M24, income 10jt dengan expense <5jt tiap bulannya, tinggal di BSD. Kondisi punya duit (liquid and semi-liquid(?)) sekitar 200jt. 150 tabungan, 30 dana darurat, 20 dlm bentuk Reksadana, crypto, valas, obligasi, saham. Punya safety net ortu (jauh lebih well off dibanding gw, mereka basically ga butuh duit gw wkwkwkw). Very much single af, tidak ada niat/jiwa entrepreneurship nor menikah (karena single sejak lahir), dan tidak punya hobi lain (excl yang dibicarakan sekarang).
Dari dulu kecil hobi nya mobil, dan kebawa sampe sekarang. Dulu abis berjam2 di rental PS dan warnet main macem2 game balapan (NFS sama Gran Turismo), albeit ga jago, nabrak2 doang. Sampe sekarang pun masih main game balapan bareng temen2, cuz that's all I have about cars. Meski ortu sekarang very well off, gw masih gak tega untuk minta, karena pas dulu masih orok juga kita ga punya mobil. I know how hard it is to reach that point, rasanya egois banget kalo minta. Tiap pulkam juga, gw yang selalu nyetirin keluarga, because I like cars and I want to ease their burden.
So, gw planning utk beli mobil dengan syarat-syarat sparepart banyak, badak, mesin besar, dan designya bagus. Keputusan ini jatuh ke Toyota Camry Q 3500cc 2007-2012. Setelah melihat2 forum, gw bikin planning sebagai berikut:
Harga mobil (cash or kredit 1 tahun): max 120jt (ini sudah upper limit, banyak yang jual dibawah harga ini)
Maintenance tahun pertama: 30jt (perbaikan, perawatan, dll. Ada postingan review di forum seraya motor yang bilang dia habis 60jt dalam 4 taun sejauh 60rb KM dengan kondisi nyetir ugal2an. Jadi gw cukup confident di budget ini).
Sisanya (kalau ada) untuk modif QoL (kacafilm, headunit yang Android Auto/Carplay capable, kamera mundur/360, dashcam, etc).
Ini menyisakan uang gw di uang darurat dan saham dll, sejumlah 50jt. Of course, semua ini ga akan habis dalam waktu yang sama. 150jt habis sekali jalan itu kalau bener2 worst case scenario.
Selain hobi, ada beberapa justifikasi lain:
Tambahan kendaraan untuk fleksibilitas. Sebenernya udah punya motor yang cukup baru (2019). Tapi dengan nambah mobil, fleksibilitas transportasi jadi lebih tinggi karena bisa bawa beberapa orang, bawa barang2 yang agak besar, gak usah takut ujan, nyaman untuk jarak jauh (pulkam, liburan, dll), dan second option untuk commute (gw juga WFO cuman 3x seminggu, jadi bensin bukan concern besar, dan memang sudah aware juga konsumsi BBM utk mobil ini)
Koneksi. Siapa tau ketemu orang2 dari club/komunitas mobil ini yang at least 'knows a guy', atau bahkan "he's the guy". Siapa tau bisa dapet kerjaan yang lebih gacor, atau bahkan ngebantu ortu juga in their endeavors.
Meskipun kemungkinannya kecil, tapi bisalah buat menggaet calon pasangan wkwkwkw. Tapi dari muka juga udah ga lolos sih, yaudahlah wkwkwkw.
Mobil masih bisa hold more than half of their value. Meskipun depreciating, harga mobil bekas depresiasinya ga sejauh sejumlah mobil baru (sekitar <10% per year utk Camry ini). Masih lumayan mudah dijual juga
It sounds bad, but fk it, what do you think?