r/IndoFilms

I went to cinema alone for the first time
▲ 500 r/IndoFilms+1 crossposts

I went to cinema alone for the first time

I have always thought cinema is an enojyble moment and you always enjoy with your brothers. As none of them were available, I went to cinema alone for the first time & it didn't bother me. I really enjoyed and i would say its a very underrated experience. Looking forward to do it again.

u/Ipax88 — 1 day ago
▲ 28 r/IndoFilms+1 crossposts

If every Best Actor Oscar winner of the 21st century competed in ONE year, who wins? 🏆

I think Casey Affleck

u/Ipax88 — 1 day ago
▲ 124 r/IndoFilms+1 crossposts

Happy Birthday Edward Norton. What is your favorite film of his?

u/Ipax88 — 2 days ago
▲ 112 r/IndoFilms

Kenapa klo film indo yang bagus kadang suka gk laku ya?

Jujur gw masih bingung ampe sekarang, knp klo ada film indo yang bagus itu selalu gk sebanding ama banyaknya penonton ya. Kayak film jatuh cinta seperti di film film aja gk nyampe sejuta anjir penontonnya. Padahal tu film bagus banget lohh, menurut gw ye.

u/WrenixDk9 — 2 days ago
▲ 103 r/IndoFilms

CN Cartoons that I rarely/never see aired in Indonesia

Gw big fans Adventure Time sama Courage the Cowardly dog, they are my exposure to western humor. Tapi dari kebanyakan Cartoon di CN kaya TAWOG, Regular Show, PPG. Kartun^2 diatas adalah Kartun yg gw jarang/gak pernah liat

  1. Total Drama Island: banyak fandomnya di barat penuh meme, tapi gw gak pernah liat ini tayang samsek dit TV
  2. Samurai Jack: pernah liat appearance nya di iklan tapi show nya gak pernah tayang mungkin karena kartun old? (Gw nonton CN dari 2013)
  3. Over The Garden Wall: baru nonton waktu covid pake bajakan, very fucking good show Iklan nya muncul terus di CN tapi gak pernah tayang anehnya
  4. Teen Titans (Classic): cuman Appearance di TTG, mungkin ini juga karena kartun old jadi ga ditayangin? padahal kartun old kaya Billy and Mandy juga gw pernah liat tayang

Oh ya sama anehnya Steven Universe kartun open LGBT juga masih sering tayang dulu (gw pernah liat adegan fusion garnet ciuman) apa mereka ga liat atau ga peduli aja? dulu Lightyear di banned/censor gak? Gw kagak inget

u/Critical_Complex_363 — 4 days ago
▲ 3.7k r/IndoFilms+1 crossposts

6 years ago, Jonathan Majors was poised to become Marvel's next big villain. Today, he's starring in Daily Wire's "Run Hide Fight: Infidels" playing a former Delta Force veteran fighting Islamist terrorists who seize a pro-Palestine encampment at a liberal college campus

u/No-Hall-3485 — 5 days ago

Indonesian movie with English subs

Im planning a trip to Indonesia and will stay in Jakarta for 3 days

I’m planning to watch a Indonesian movie

Is there any possibility for English subtitles

reddit.com
u/HarishRemella5 — 3 days ago

IMAX Tunjungan Plaza 5 vs Pakuwon Mall Surabaya

Buat warga Surabaya atau yang pernah ke dua bioskop XXI ini. Saat ini aku cuma pernah ke Tunjungan Plaza 5, belum pernah ke Pakuwon Mall. Tapi aku penasaran, kira-kira dari segi ukuran layar gedean mana?

Kalo dilihat dari kapasitas kursi kan lebih banyak di Tunjungan Plaza 5 dengan 443 kursi, dibanding Pakuwon Mall dengan 394 kursi.

Pic bulan lalu, hanya pemanis.

u/WPBL — 3 days ago

Review Film: The End of Oak Street

Sebenarnya, tak ada penilaian ajek atas The End of Oak Street (2026) selain penampilan Anne Hathaway dan Ewan McGregor yang lebih berkesan daripada cerita yang ditulis dan diarahkan David Robert Mitchell.

Mitchell tampaknya belum benar-benar menemukan formula yang tepat untuk kariernya. Sejak debut 2002 hingga film panjang keempatnya ini, ia memang sudah bisa membangun kultus seperti pada Under the Silver Lake (2018), tapi belum ada yang benar-benar menggebrak box office.

Dalam pertaruhan lewat The End of Oak Street, Mitchell tampaknya ingin mengombinasikan berbagai macam cerita, mulai dari drama keluarga, fiksi ilmiah macam Jurassic World, hingga masalah kosmik macam yang ada di dunia Star Trek dan Star Wars.

Ambisi Mitchell tersebut sebenarnya patut diapresiasi. Apalagi ia menulis dan mengarahkan filmnya ini dengan membawa kembali gaya dekade '80-an yang kental dan detail, tetapi tidak terasa out of date.

Penulisan dan pengembangan konflik yang ditulis Mitchell juga sebenarnya terbilang matang. Penonton ditempatkan sebagai juri dalam melihat masalah yang dihadapi sepasang suami-istri, memahami masalah yang dihadapi mereka dengan objektif, yang kemudian menjadikan pemahaman penonton itu sebagai "pembenaran" atas resolusi yang dikarang Mitchell.

Sebagai cerita drama keluarga, bagian tersebut sebenarnya sudah solid. Mitchell bisa membawa masalah suami-istri yang realistis menjadi dasar latar cerita The End of Oak Street (2026).

Permasalahannya mulai muncul ketika Mitchell mulai memasukkan unsur fiksi ilmiah dan tetek-bengek kosmik serta lorong waktu juga teori wormhole ke dalam cerita.

Entah apakah itu karena keinginan murni Mitchell atau ada faktor produser J.J. Abrams yang terkenal di dunia science fiction, yang jelas teori dalam cerita yang terlihat saintifik itu justru terasa tidak ilmiah. Semakin terasa khayalan ketika melihat bagaimana Mitchell menyajikannya di layar lebar.

Memang namanya juga fiksi ilmiah, imajinasi yang dibungkus dengan narasi saintifik sehingga terlihat sangat mungkin terjadi secara sains. Itu tidak salah. Masalahnya, The End of Oak Street (2026) menyisakan lubang besar di benak pemahaman penonton saat tiba di akhir durasi menit ke-99.

Yang bisa diambil asumsinya adalah Mitchell menggambarkan khayalan banyak orang untuk bisa mengubah masa lalu, karena sudah mengetahui akan seburuk apa masa depan.

Gaya itu sebenarnya juga digunakan dalam banyak film, ambil contoh Marvel Cinematic Universe. Namun bedanya adalah, MCU konsisten dengan teori multiverse-nya yang menjelimet itu sehingga bisa menjadi alibi untuk kembali menampilkan orang yang semestinya sudah mati, dan bisa dimaklumi sebagian penonton.

Terlepas dari masalah 'perlubangan' dalam film ini, Mitchell sebenarnya sukses menghadirkan sajian alternatif akan cekaman dikejar dinosaurus dari dunia Jurassic World yang semakin beranak-pinak dan makin ngadi-ngadi.

Mitchell membuktikan bahwa dinosaurus bisa kembali hadir di layar lebar dan berhadapan dengan manusia Amerika Serikat modern, karena selama ini dinosaurus hanya berlatar di Amerika, tanpa mesti harus melalui jalur laboratorium atau area konservasi.

Maka tidak heran bila di masa mendatang, mungkin akan ada cerita-cerita ajaib lainnya soal kemunculan dinosaurus di layar lebar.

Di luar urusan nalar fiksi ilmiah, Anne Hathaway dan Ewan McGregor memberikan penampilan yang berkesan dalam The End of Oak Street (2026).

Meski ini menjadi yang keempat dari lima film Anne yang rilis tahun ini dan mulai ada anggapan "Anne lagi Anne lagi", penampilannya memang tidak bisa diremehkan. Bahkan aksinya di film ini jadi kedua terkuat setelah penampilannya dalam The Odyssey (2026).

Apalagi film ini menegaskan gaya akting dengan pesan feminisme yang kuat yang dibawa Anne Hathaway tahun ini, mulai dari menjadi penyanyi yang comeback di usia tak lagi muda, jurnalis yang berhasil menyelamatkan media yang nyaris bangkrut, ratu tanpa raja selama belasan tahun, hingga jadi ibu rumah tangga penembak dinosaurus dengan senapan laras panjang.

Beruntungnya, Anne Hathaway memang mendapatkan rekan akting yang cukup sepadan tahun ini sehingga bisa menonjolkan kemampuan dirinya. Meryl Streep di The Devil Wears Prada 2, hingga Matt Damon, Tom Holland, dan Robert Pattinson dalam The Odyssey. Termasuk dengan Ewan McGregor di The End of Oak Street (2026).

Ewan McGregor sukses mengimbangi Anne Hathaway dan membawakan perannya sebagai suami-beta di tengah situasi pelik. Namun perkembangan karakternya terasa cukup signifikan seiring dengan perjalanan konfliknya dengan istri dalam film ini.

Memiliki dua anak yang membuat kesal sepanjang film gegara gebrakan-gebrakan mereka, kolaborasi Anne Hathaway dan Ewan McGregor dalam The End of Oak Street (2026) adalah salah satu sajian yang bisa dinikmati tanpa harus mengernyitkan dahi.

Selain mereka, tim desain produksi, efek visual, hingga tata rias dan kostum The End of Oak Street (2026) adalah pihak-pihak yang patut untuk diberi karangan bunga. Sejujurnya mereka bahkan sangat berperan dalam mewujudkan imajinasi absurd David Robert Mitchell membawa zaman prasejarah ke era '80-an.

Berkat mereka, The End of Oak Street (2026) masih bisa menjadi tontonan alternatif kalau urusan dinosaurus dan kisah kesintasan. Di luar dari itu, terutama urusan fiksi ilmiah, ada banyak yang lebih ilmiah tapi masih terasa fiksi yang bisa diterima dengan hati puas.

cnnindonesia.com
u/cici_kelinci — 3 days ago
▲ 1.3k r/IndoFilms+1 crossposts

With the trajectory of his career thus far do you think Pattinson’s career will eventually supersede that of DiCaprio’s?

u/BeungetSiaBoek — 7 days ago

Mystics in Bali (1981) Review

Mystics in Bali adalah film cult-horror indonesia garapan sutradara H. Tjut Djalil, berceritakan seorang antropolog bernama Kathy yang melakukan perjalanan ke pulau bali dengan tujuan mempelajari ilmu Leak.

Saya menonton film ini tidak berekspetasi banyak, melihat trailernya yang sangat raw dan hanya bertujuan untuk melihat bagaimana cult horror indonesia di tahun 1970-1980an.

Dan ya, film ini banyak flawnya. Terutama bagian plot, karakter Mahendra itu terasa hanya karakter yang berfungsi untuk menggerakan plot. Dan tentunya VFX film ini yang... Waduh sangat raw ya. Terutama adegan terakhir yang mereka adu kekuatan, itu literally ada orang hand-drawn ke roll filmnya. Ending film ini pun kurang memberikan payoff pada penonton, akting aktros yang memeranakn kathy pun.. waduh. Waktu dia ketawa sama leak itu udah kerasa kek orang lagi sange.

Sekian review saya, mungkin ini bukan review terbaik saya.

Final Score : 55/100

u/FearlessReception972 — 4 days ago