Kenapa di Negara ini dari setiap partai politiknya tidak memiliki "arah" yang jelas dan lebih ke "aji mumpung"?
Gw heran aja karena kek di luar negru, politik dibedakandari sayap kiri dan kanan atau moderat dan konservatif. Diluar sana dari pejabat sampai supporternya saling bergagasan kritik dan menganggap partai mereka itu yang paling benar. Contohnya kek Mamdani, NYC Mayor yang dari partai demokrat dan menjadikan dirinya sosialis, dapat bekerja sangat baik dan banyak disegani warga NYC (kecuali Staten Island.)
Kalau sini, setelah Era Reformasi identitas Partai Politik Indonesia mulai pudar. Semuanya dengan cara template yakni bantu rakyat yang kesusahan dan mensejahterakan mereka, tapi hanya omong kosong dan pengelaris kata2. Dari Pejabat sampai Pendukung seketika munafik dan lupa ingatan dari tujuan visi dan misi didirikannya partai politik mereka (kecuali founding father atau PKS.)
Apakah hal ini dikarenakan era anti-komunis, era Suharto, atau dari aspek sosial orang Indonesia yang bermuka dus dan memgadaptasi budaya korupsi secara sengaja atau tidak sengaja, atau sifat rakyat Indonesia yang acuh tak acuh (harta ga dibawa ke akhirar), atau karena Indonesia mayoritas Muslim/sangat religius? Kyk aneh gitu kalau orang Indonesia pasrah melihat, tapi ga sukanya sifat "ada udang dibalik batu", mesti cari kesempatan kalau dimasa2 buruk kek demi '98. Kenapa Indonesia ku?
Ya ya habis postingan gw lanjut Goonpost Femboy bsk Jumat.